Memahami Perbedaan Motivasi Intrinsik Dan Ekstrinsik dalam Proses Belajar
- https://www.freepik.com/free-photo/magnifying-glass-with-stack-books-table_991459.htm#
Pendidikan, VIVA Banyuwangi –Setiap individu yang sedang berproses dalam menimba ilmu, pasti akan menemui persimpangan antara semangat yang membara dan rasa enggan yang menghambat kemajuan. Terkadang kita merasa sangat bersemangat mendalami suatu materi, namun di lain waktu kita belajar hanya karena takut mendapatkan nilai buruk atau teguran dari orang tua. Perbedaan mendasar dalam dorongan bertindak ini dikenal dalam psikologi sebagai motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Memahami kedua jenis motivasi ini adalah tolak ukur yang baik untuk menciptakan proses belajar yang berkelanjutan.
Motivasi intrinsik dalam proses belajar adalah dorongan yang lahir murni dari dalam diri pelajar itu sendiri. Ketika seorang siswa memiliki motivasi intrinsik, ia belajar karena memang merasa tertarik, penasaran, atau mendapatkan kepuasan pribadi saat berhasil memahami suatu konsep baru. Aktivitas belajar bagi mereka bukan lagi dianggap sebagai beban, melainkan sebuah kebutuhan untuk memuaskan rasa ingin tahu. Sebagai contoh, seorang anak yang menghabiskan waktu berjam-jam membaca buku sejarah karena ia menyukai cerita masa lalu, atau seorang mahasiswa yang melakukan riset mandiri karena ingin mengasah keterampilannya, adalah manifestasi nyata dari motivasi intrinsik. Dalam konteks ini, pencapaian administratif seperti nilai rapor atau ijazah adalah hal penting diraih. Selain itu, keberhasilan juga apabila kedalaman pemahaman berhasil dicapai.
Di sisi lain, terdapat motivasi ekstrinsik, yaitu dorongan belajar yang dipicu oleh faktor-faktor dari luar diri. Dalam konteks pendidikan, jenis motivasi ini sangat umum ditemui. Pelajar tergerak untuk belajar karena ingin mendapatkan imbalan tertentu, seperti nilai tinggi, pujian dari guru, hadiah dari orang tua, atau sekadar ingin meningkatkan status sosial di mata teman-temannya. Selain imbalan positif, motivasi ekstrinsik juga bisa berupa upaya untuk menghindari konsekuensi negatif, seperti rasa takut tidak naik kelas atau menghindari hukuman. Meskipun tujuannya sama-sama untuk belajar, fokus utama pelajar dengan motivasi ekstrinsik bukanlah pada materi pelajarannya, melainkan pada apa yang akan mereka peroleh atau hindari setelah aktivitas belajar tersebut selesai.
Lantas, mana yang lebih krusial dalam dunia pendidikan? Banyak ahli berpendapat bahwa motivasi intrinsik adalah bentuk paling ideal karena cenderung lebih bertahan lama. Pelajar yang mencintai ilmu yang dipelajarinya biasanya akan lebih tangguh saat menghadapi materi yang sulit. Namun, motivasi ekstrinsik tidak boleh dipandang sebelah mata. Dalam kenyataannya, tidak semua materi pelajaran selalu menarik bagi setiap siswa. Di sinilah motivasi ekstrinsik berperan sebagai pemantik awal. Pemberian apresiasi, sertifikat, atau bonus nilai dapat memicu siswa untuk mulai mempelajari sesuatu yang awalnya dianggap membosankan, hingga pada akhirnya mereka mungkin menemukan ketertarikan intrinsik di dalamnya.