Cara Menghemat Gas Saat Memasak di Rumah Biar Dompet Gak Cepat Tipis, Sudah Tahu Trik Simpel Ini?
- Bambang Sugiarto/ VIVA Banyuwangi
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Pernah ngerasa harga gas makin mahal dan isinya cepat banget habis padahal baru beberapa hari beli? Belum lagi kalau lagi asyik masak buat keluarga, eh tiba-tiba api mati karena stoknya ludes tak berbekas. Bikin pusing kepala kan? Tenang, ada solusinya! Ini dia beberapa cara menghemat gas saat memasak di rumah yang bisa dicoba agar pengeluaran dapur tetap aman dan kegiatan masak jadi lebih efektif!
Siapkan Semua Bahan Sebelum Nyalakan Kompor
Kebiasaan menyalakan api sebelum memotong sayuran atau mencuci bumbu seringkali menjadi penyebab utama pemborosan energi tanpa disadari. Kamu bisa mencoba menyiapkan seluruh bahan masakan dan menatanya dengan rapi di dekat meja kompor sebelum mulai beraksi. Langkah ini memastikan api tidak menyala sia-sia hanya untuk menunggu persiapan bahan yang sebenarnya bisa diselesaikan lebih awal. Manajemen waktu yang baik sebelum memasak sangat simpel dan sangat membantu mengurangi durasi pemakaian bahan bakar secara signifikan.
Gunakan Alat Masak Sesuai Ukuran Tungku
Pemilihan diameter panci atau wajan yang tidak sesuai dengan besarnya tungku bisa membuat distribusi panas menjadi tidak merata. Kamu bisa mencoba menyesuaikan ukuran wadah masak dengan lingkar api agar panas tidak terbuang percuma ke sisi samping alat masak. Panas yang menyebar ke udara bebas hanya akan membuang energi tanpa membantu proses pematangan makanan di dalam panci. Penggunaan alat masak yang pas ukurannya sangat simpel dilakukan untuk memastikan energi terserap maksimal ke objek yang dimasak.
Pastikan Panci Selalu Dalam Kondisi Tertutup
Menutup alat masak saat proses perebusan atau penumisan berlangsung membantu memerangkap uap panas di dalam wadah. Suhu tinggi yang terkunci di dalam panci akan mempercepat proses kematangan bahan makanan sehingga durasi memasak pun menjadi lebih singkat. Kamu bisa mencoba untuk tidak terlalu sering membuka tutup panci agar suhu di dalamnya tetap stabil dan tidak drop secara mendadak. Hal ini sangat efektif untuk memangkas waktu penggunaan api kompor yang biasanya terbuang karena suhu yang terus naik turun.