Punya Bestie Kayak Gini? Ini 10 Drakor Bertema Persahabatan Paling Populer, Squad Goals Banget?
- https://x.com/yet_jin/status/1891025545049055374/photo/2
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Dalam hidup, kita pasti membutuhkan sosok teman yang selalu ada di saat suka maupun duka. Drama Korea atau drakor tidak melulu soal kisah cinta romantis yang bikin baper, tapi juga sering mengangkat tema persahabatan yang kental. Istilah squad goals seringkali muncul saat kita melihat kekompakan geng dalam sebuah serial.
Dinamika hubungan antar sahabat yang ditampilkan biasanya sangat realistis dan dekat dengan keseharian kita. Ada yang saling dukung, suka bertengkar karena hal sepele, hingga rela berkorban demi kebahagiaan temannya. Menonton genre ini bisa membuat kita rindu untuk segera berkumpul dan nongkrong bareng sahabat lama.
Kami telah memilihkan deretan judul drakor yang fokus utamanya adalah ikatan persahabatan yang kuat. Mulai dari persahabatan wanita yang heboh, bromance kocak, hingga tetangga yang saling menjaga. Simak rekomendasi drakor persahabatan terbaik yang wajib masuk daftar tontonanmu berikut ini.
Work Later, Drink Now
Jika kamu dan sahabatmu punya hobi nongkrong sepulang kerja, drama ini pasti akan terasa sangat relate. Kisahnya tentang tiga wanita lajang berusia 30-an dengan profesi berbeda, yakni penulis naskah, instruktur yoga, dan YouTuber origami. Mereka memiliki ritual wajib untuk minum bersama setiap malam hingga mabuk sebagai pelarian dari stres.
Meskipun terlihat urakan dan sering bertindak konyol saat mabuk, ikatan batin mereka sangat kuat. Mereka adalah garda terdepan saat salah satu anggotanya mengalami masalah berat, seperti kehilangan orang tua atau penyakit. Drama ini merayakan kebebasan wanita dewasa dan persahabatan yang tanpa syarat.
Age of Youth
Dikenal juga dengan judul Hello, My Twenties!, drama ini sangat populer di kalangan mahasiswa. Ceritanya berpusat pada lima mahasiswi dengan kepribadian bertolak belakang yang tinggal bersama di rumah kos bernama Belle Epoque. Awalnya mereka sering berselisih paham karena perbedaan gaya hidup dan kebiasaan.
Namun, perlahan mereka belajar untuk saling memahami dan melindungi satu sama lain dari bahaya luar. Masalah yang diangkat sangat relevan dengan anak muda, seperti kekerasan dalam pacaran, sulitnya mencari kerja, hingga trauma masa kecil. Ini adalah potret jujur tentang saudari tak sedarah yang saling menguatkan.