Kaya Rempah dan Khasiat, ini 5 Minuman Khas Banyuwangi Paling Populer

Ilustrasi 5 Minuman Khas Banyuwangi Paling Populer
Sumber :
  • Created by AI

Kuliner, VIVA Banyuwangi –Kabupaten Banyuwangi tidak hanya tersohor karena keindahan alam dan festival budayanya yang megah. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan kekayaan kuliner yang luar biasa, khususnya dalam variasi minuman tradisional. 

img_title Resep Luk Chup Khas Thailand, Camilan Cantik dari Kacang Hijau

Lima minuman khas berikut telah lama dikenal masyarakat luas karena cita rasanya yang unik dan khasiatnya bagi kesehatan.

Berikut adalah lima minuman tradisional Banyuwangi yang wajib dicoba dan telah diakui secara luas:

img_title Resep Pizza Homemade Tanpa Oven, Cukup Pakai Teflon dan Kompor

1. Secang Banyuwangi

Minuman ini memanfaatkan serutan kayu secang (Caesalpinia sappan) sebagai bahan utamanya. Ketika diseduh dengan air panas, kayu secang akan mengubah warna air menjadi merah merona secara alami. Biasanya, minuman ini dipadukan dengan jahe, serai, dan gula merah untuk memberikan efek menghangatkan tubuh yang maksimal.

img_title Resep Kue Talam Tahun 1902, Jajanan Tradisional Lembut dan Legit

2. Kopi Kemiren (Kopi Uthek)

Bagi pencinta kopi, Desa Adat Kemiren menyuguhkan tradisi minum kopi yang unik. Kopi ini disangrai secara tradisional menggunakan wajan tanah liat dan kayu bakar. Keunikannya terletak pada cara minumnya yang ditemani dengan gigitan gula aren kecil (uthek), menciptakan harmoni rasa pahit dan manis yang pas di lidah.

3. Jamu Temulawak Banyuwangi

Sebagai bagian dari warisan empon-empon, jamu temulawak khas Banyuwangi sangat populer sebagai penjaga stamina. Diolah secara higienis oleh para perajin jamu lokal, minuman ini sering dicampur dengan sedikit asam jawa dan pandan untuk menyamarkan rasa pahit alami temulawak, sehingga sangat segar dinikmati baik hangat maupun dingin.

4. Es Dawet Selasih

Untuk melepas dahaga di siang hari yang terik, Es Dawet Selasih menjadi pilihan utama warga lokal dan pelancong. Berbeda dengan dawet daerah lain, dawet Banyuwangi kerap menggunakan tepung beras alami dengan pewarna daun suji, lalu disajikan bersama siraman santan encer, juruh (gula merah cair), dan taburan biji selasih yang kaya serat.

5. Sirup Jahe Wangi

Minuman berbasis jahe emprit ini menjadi produk unggulan UMKM Banyuwangi yang sering dijadikan oleh-oleh resmi. Rasa pedas jahe yang intens berpadu sempurna dengan aroma daun pandan dan serai. Minuman ini sangat efektif untuk meredakan masuk angin dan meningkatkan imunitas tubuh secara alami.