Persib Masuk Daftar FIFA Registration Ban, Seret Mantan Pelatih Robert Rene Alberts
- https://img.antaranews.com/cache/1200x800/2022/08/08/IMG_20220727_215902.jpg.webp
Sepak Bola, VIVA Banyuwangi –Persib Bandung masuk dalam daftar FIFA Registration Ban pada Senin, 10 Agustus 2026. Sanksi tersebut membuat Persib tidak dapat mendaftarkan pemain baru selama tiga periode bursa transfer dan berkaitan dengan mantan pelatih Robert Rene Alberts.
Dilansir dari tvonenews.com, Manajemen Persib Bandung menyatakan bertanggung jawab penuh atas masuknya klub ke dalam daftar tersebut. Persib juga menegaskan akan menyelesaikan kewajiban yang menjadi dasar pemberian sanksi sesuai mekanisme yang berlaku.
Dengan adanya hukuman tersebut, Persib tidak dapat mendaftarkan pemain baru pada sisa bursa transfer awal musim 2026–2027, bursa transfer paruh musim 2026–2027, dan bursa transfer awal musim 2027–2028. Namun, hukuman tersebut dapat berakhir lebih cepat apabila Persib menyelesaikan kewajibannya dan FIFA mencabut nama klub dari daftar tersebut.
Dikutip dari tvonenews.com, kondisi tersebut muncul ketika Persib masih menjalankan proses perekrutan pemain untuk menghadapi kompetisi Super League 2026–2027. Situasi itu menimbulkan kekhawatiran di kalangan Bobotoh, termasuk terkait kemungkinan Persib harus mengakhiri pencarian pemain lebih cepat.
I.League sebagai operator Super League 2026–2027 membuka bursa transfer mulai 28 Juli hingga 30 September 2026. Sementara itu, kompetisi musim tersebut dijadwalkan mulai berlangsung pada 4 September 2026.
Jadwal tersebut membuat Persib masih memiliki waktu untuk melakukan perekrutan pemain. Akan tetapi, status FIFA Registration Ban dapat memengaruhi pendaftaran pemain baru apabila kewajiban yang menjadi dasar sanksi belum diselesaikan.
Persib menyatakan terdapat langkah yang dapat ditempuh agar proses perekrutan tetap berjalan. Langkah itu berupa penyelesaian persoalan bersama Robert Rene Alberts, mantan pelatih yang namanya berkaitan dengan kasus tersebut.
Berdasarkan laman tvonenews.com, manajemen Persib menyatakan proses penyelesaian akan dilakukan dengan cara yang sama seperti ketika klub menghadapi persoalan dengan Daisuke Sato pada Juli 2026. Dalam pernyataannya, manajemen memastikan tidak akan mengabaikan keputusan dan kewajiban yang harus ditindaklanjuti.
“Kami tentu tidak akan tinggal diam. Setiap keputusan dan kewajiban yang harus kami tindaklanjuti akan menjadi perhatian serius. Kami akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang berlaku, sebagaimana yang telah kami lakukan pada kasus sebelumnya,” tulis pernyataan manajemen Persib.