Menjaga Keawetan Lem Sepatu Bola
- https://www.fimela.com/fashion/read/5203462/gaya-klasik-modern-pada-koleksi-sepatu-sepak-bola
Sepak Bola, VIVA Banyuwangi –Perawatan sepatu bola sering kali diabaikan oleh para atlet maupun penghobi sepak bola. Padahal, sepatu yang kotor dan lembap akibat keringat di lapangan hijau menyimpan berbagai ancaman kesehatan yang serius.
"Banyak pemain fokus pada performa di lapangan, tetapi lupa bahwa sepatu bola yang tidak higienis adalah sarang empuk bagi koloni jamur dan bakteri berbahaya," ujar dr. Handoko, seorang dokter spesialis kedokteran olahraga, saat ditemui di Jakarta, Sabtu (5/9).
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai metode perawatan, perbandingan biaya, serta dampak kesehatan jika Anda mengabaikannya.
Metode Perawatan: Bahan Kimia vs Non-Kimia
Merawat sepatu bola dapat dilakukan dengan dua pendekatan utama yang memiliki karakteristik berbeda.
1. Perawatan Menggunakan Bahan Kimia
Perawatan kimia melibatkan produk pabrikan seperti shoe cleaner komersial, cairan antibakteri aerosol, dan cat pelindung khusus kulit sintetis.
- Keuntungan: Pembersihan jauh lebih cepat, efektif merontokkan noda membandel pada pori-pori kulit sepatu, serta mengandung formula pembunuh kuman instan.
- Kerugian: Harga relatif lebih mahal dan penggunaan bahan kimia keras yang berlebihan berisiko merusak lem perekat atau membuat bahan kulit sepatu cepat pecah-pecah.
- Harga: Berkisar antara Rp35.000 hingga Rp150.000 per botol cairan pembersih khusus.
2. Perawatan Menggunakan Bahan Non-Kimia (Alami)
Metode ini memanfaatkan bahan rumahan yang ramah lingkungan dan aman bagi material sepatu, seperti baking soda, cuka putih, arang aktif, dan jemuran sinar matahari.
- Keuntungan: Sangat ekonomis, aman untuk semua jenis material sepatu, serta tidak merusak keawetan jahitan atau lem.
- Kerugian: Proses pembersihan noda berat membutuhkan waktu lebih lama dan tenaga ekstra karena tidak instan.
- Harga: Sangat murah atau nyaris tanpa biaya tambahan karena memanfaatkan bahan yang sudah ada di rumah (kisarannya di bawah Rp15.000).
Penyebab Kerusakan dan Cara Mengantisipasinya
Penyebab utama kerusakan fisik dan bau pada sepatu bola adalah kelembapan yang terjebak setelah pemakaian di lapangan. Keringat dan sisa air hujan menciptakan lingkungan mikro yang sangat disukai mikroorganisme.
Langkah-langkah antisipasi yang wajib dilakukan:
- Segera keluarkan sepatu dari tas olahraga setelah selesai bertanding agar ada sirkulasi udara.
- Lepas bagian insole (alas dalam) dan angin-anginkan di tempat teduh.
- Masukkan gumpalan kertas koran atau kantong silica gel untuk menyerap sisa keringat di dalam rongga sepatu.
- Hindari menjemur di bawah terik matahari langsung dalam durasi lama karena dapat melumerkan lapisan lem perekat sol.