Polemik Pelarangan Roblox, AGI Ajak Pemerintah Pilih Jalan Edukasi
- https://www.instagram.com/p/CTVYKGfvPbY/?igsh=dmJtOHN
Jakarta, Viva Banyuwangi – Menanggapi wacana pelarangan game online seperti Roblox, Ketua Umum Asosiasi Game Indonesia (AGI), Shafiq Husein, menyarankan pemerintah untuk mengambil pendekatan yang berbasis edukasi dan kolaborasi, bukan larangan total.
“Kami memahami kekhawatiran di balik keputusan pelarangan Roblox, namun menilai bahwa kebijakan tersebut membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh dan berdasar pada edukasi serta kolaborasi,” ujar Shafiq seperti yang dikutip dari antaranews.com, Senin, 11 Agustus 2025.
Shafiq menekankan pentingnya dialog terbuka antara pemerintah, komunitas, orang tua, dan pelaku industri game untuk merumuskan solusi yang lebih tepat ketimbang pelarangan secara menyeluruh. Ia juga menyampaikan bahwa meskipun mendukung upaya perlindungan anak dari konten yang tidak sesuai, kebijakan pemblokiran penuh bukanlah jawaban terbaik.
Ia menyarankan fokus kebijakan diarahkan pada peningkatan literasi digital, pengawasan orang tua, dan penerapan sistem klasifikasi usia demi membangun ekosistem industri game yang sehat dan bermanfaat.
“Roblox adalah platform kreatif yang memungkinkan jutaan anak dan remaja di seluruh dunia untuk belajar pemrograman, desain game, serta kolaborasi digital secara aktif. Banyak developer muda Indonesia yang memulai kariernya dari Roblox,” tambah Shafiq.
AGI, lanjutnya, siap bermitra dengan pemerintah untuk merumuskan kebijakan yang lebih bijak dan edukatif agar tercipta ruang digital yang sehat dan inklusif bagi generasi muda Indonesia.
Sebelumnya, sejumlah kementerian dan lembaga menyatakan sepakat untuk meminta pemblokiran terhadap game online yang mengandung unsur kekerasan karena dianggap berpotensi membahayakan anak-anak.
Menurut data Komisi X DPR RI, sebanyak 65 persen siswa di Indonesia menghabiskan waktu minimal empat jam per hari untuk bermain gim daring, belum termasuk waktu yang dihabiskan di media sosial. Kondisi ini dinilai berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan prestasi akademik pelajar.