Produser Film Merah Putih One For All Buka-bukaan Biaya Produksi, Benar Rp 6,7 Miliar?
- https://www.youtube.com/watch?v=FuIHzJdKCCE
Jakarta, VIVA Banyuwangi - Produser Eksekutif film animasi Merah Putih One For All, Sonny Pudjisasono, buka-bukan terkait budget atau biaya produksi yang disebut mencapai Rp 6,7 miliar.
Biaya produksi film animasi Merah Putih One For All senilai Rp 6,7 miliar itu mencuat setelah dibocorkan oleh akun Instagram review film @movreview berdasarkan keterangan dari Sonny Pudjisasono.
"Film garapan Endiarto dan Bintang ini berdurasi 70 menit ini diketahui memakan budget produksi hingga 6,7 miliar rupiah seperti yang diutarakan Produser Eksekutif Sonny Pudjisasono," tulis akun @movreview dikutip Senin, 11 Agustus 2025.
Menanggapi hal itu, Sonny Pudjisasono menilai anggaran produksi sebesar Rp 6,7 miliar yang digelontorkan untuk menggarap film tersebut sebenarnya terbilang kecil jika dibandingkan dengan biaya ideal pembuatan animasi berkualitas.
"Kalau dihitung semua itu jumlahnya melebihi total dari seluruhnya proses itu semua. Jadi 6,7 (miliar, red.) kecil," kata Sonny dikutip dari YouTube tvOneNews pada Senin, 11 Agustus 2025.
Sonny mengatakan bahwa proses pembuatan film animasi Merah Putih One For All sudah digagas sekitar setahun yang lalu.
Kemudian, film animasi mulai digarap sekitar dua-tiga bulan belakangan saat memasuki tahap post-produksi.
Menurutnya, proses produksi film animasi pada umumnya membutuhkan dana jauh lebih besar karena melibatkan banyak aspek, mulai dari honor animator beserta timnya, perlengkapan teknis, hingga kebutuhan pendukung lainnya.
"Karena ini dilakukan secara kita bersama-sama secara gotong royong, kita keterpanggilan untuk memberikan sesuatu di dalam 80 tahun Indonesia merdeka yang dilakukan oleh para pekerja kreatif perfilman Indonesia ini, itu menjadi hal yang sebetulnya tidak memberatkan dan meringankan bagi kita karena sifatnya gotongroyongisme," katanya.
Sebagai informasi, film animasi Merah Putih One For All saat ini tengah mendapat sorotan dari warganet karena menelan biaya produksi Rp 6,7 miliar.
Warganet menilai biaya tersebut tidak sebanding dengan kualitas animasi yang dianggap belum layak tayang di layar bioskop.