Terjadi Tiga Kali Pencurian, Ribuan Mahasiswa KKN UNEJ di Lumajang Ditarik Pulang
- Bambang Sugiarto/ VIVA Banyuwangi
Jember, VIVA Banyuwangi – Universitas Jember (UNEJ) resmi menarik sebanyak 1.307 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif dari Kabupaten Lumajang. Keputusan ini diambil menyusul rentetan kasus pencurian sepeda motor yang menimpa mahasiswa selama menjalankan program KKN di wilayah tersebut.
Dalam kurun waktu singkat, terjadi tiga aksi pencurian motor secara berturut-turut, dengan total empat kendaraan milik mahasiswa KKN yang berhasil digasak pelaku. Modus pencurian dilakukan dengan membobol tembok dan jendela rumah tempat mahasiswa menginap, bahkan salah satunya terjadi di garasi rumah kepala desa.
Menanggapi insiden ini, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNEJ langsung mengambil langkah kondisional untuk menarik seluruh mahasiswa dari lokasi KKN demi menjamin keselamatan dan keamanan mereka.
Agustin Wulan Suci, Divisi KKN Universitas Jember, menjelaskan: “Kejadian ini tentu menjadi evaluasi besar bagi kami. Para pelaku begitu lihai, bahkan berani membobol rumah kepala desa demi mencuri motor mahasiswa. Ini menunjukkan ancaman serius terhadap keamanan peserta.”pungkasnya.
Ribuan Mahasiswa KKN UNEJ di Lumajang Ditarik Pulang
- Bambang Sugiarto/ VIVA Banyuwangi
Pihak kampus menyatakan bahwa keselamatan mahasiswa adalah prioritas utama. Oleh karena itu, KKN di Kabupaten Lumajang dihentikan lebih awal dan seluruh peserta dikembalikan ke kampus.
Ketua LP2M UNEJ, Yuli Witono, menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan kaji ulang terhadap mekanisme pelaksanaan KKN Kolaboratif ke depan. Langkah-langkah perbaikan akan mencakup kerja sama dengan berbagai pihak seperti aparat keamanan (kamtibmas), lembaga desa, dan pihak-pihak lain demi menjamin keamanan mahasiswa di lapangan.
Yuli Witono, Ketua LP2M UNEJ, menambahkan: “Kami tidak ingin mahasiswa kehilangan kesempatan belajar di lapangan. Meski ditarik, mereka tetap akan diberikan tugas evaluatif, seperti membuat video dokumentasi program yang telah dilaksanakan serta laporan akhir melalui metode daring.”paparnya.
Meski insiden ini disayangkan, pihak universitas menegaskan bahwa semangat pengabdian mahasiswa kepada masyarakat tidak akan surut. KKN Kolaboratif ke depan akan diperkuat dari sisi keamanan dan pengawasan, agar kejadian serupa tidak terulang.