Teknologi Bertemu Budaya: Polije dan KNU Perkuat Kolaborasi Internasional
- Bambang Sugiarto/ VIVA Banyuwangi
Jember VIVA Banyuwangi – Suasana hangat namun penuh semangat terasa di Politeknik Negeri Jember (Polije) saat mahasiswa dari Indonesia dan Korea Selatan berkumpul untuk melanjutkan program World Friends Korea – ICT (WFK-ICT) 2025. Program ini bukan sekadar proyek teknologi, melainkan sebuah ruang kolaborasi lintas budaya yang telah terjalin selama lebih dari lima tahun dengan Kyungpook National University (KNU).
Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menyampaikan bahwa keberlanjutan kerja sama ini menjadi bukti komitmen kedua institusi untuk mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten di bidang teknologi, tetapi juga peka terhadap keberagaman.
“Kami ingin mahasiswa belajar memecahkan masalah secara kolaboratif. Inovasi akan lebih kuat jika dibangun dengan pemahaman lintas budaya,” ujarnya.
Bagi Prof. Jeong Hong Kim dari KNU, proyek ini adalah contoh nyata bagaimana teknologi dan budaya dapat berjalan beriringan. Menurutnya, manfaat program ini dirasakan langsung oleh mahasiswa, mulai dari keterampilan teknis hingga kepekaan sosial.
“Kami melihat para mahasiswa berkembang, bukan hanya dalam hal teknologi, tetapi juga dalam menghargai perbedaan dan membangun rasa saling percaya. Tahun ini kami menambahkan sentuhan budaya untuk memperdalam ikatan tersebut,” ungkapnya.
Salah satu peserta, Donggi Jung dari KNU, merasakan sendiri tantangan dan keseruan bekerja sama dengan rekan-rekan dari Polije.
“Awalnya kami fokus pada pengembangan aplikasi, tapi ternyata proses bekerja sama inilah yang paling berharga. Kami belajar menyatukan ide, memahami sudut pandang yang berbeda, dan itu membentuk hubungan yang sangat berarti,” tuturnya.
Program WFK-ICT tahun ini tetap mengusung Project Based Learning (PBL), melibatkan sekitar 30 mahasiswa jurusan Teknologi Informasi dari kedua kampus untuk merancang solusi teknologi yang bermanfaat. Tidak hanya itu, mahasiswa juga mempersiapkan pertunjukan budaya yang memadukan unsur seni Indonesia dan Korea Selatan, sebagai simbol persahabatan yang terus tumbuh.
Seiring berjalannya waktu, Polije dan KNU semakin optimistis bahwa sinergi teknologi dan budaya ini akan menjadi fondasi kerja sama yang lebih luas di masa depan, membuka peluang baru bagi mahasiswa untuk berkembang di panggung internasional.