1 Kapal Perang Tiongkok Bertabrakan, Filipina Ungkap Faktanya!
- youtube.com
Filipina, VIVA Banyuwangi – Ketegangan di Laut Cina Selatan kembali memuncak. Kapal Angkatan Laut dan Penjaga Pantai Tiongkok dilaporkan bertabrakan. Insiden ini terjadi saat mereka mengejar kapal patroli Filipina.
Seperti dikutip dari video yang dilansir kanal YouTube @tvOneNews pada Rabu, 13 Agustus 2025, tabrakan itu terjadi di dekat beting Scarborough. Beting Scarborough adalah wilayah yang telah lama disengketakan oleh kedua negara. Insiden ini memperkeruh situasi di Laut Cina Selatan.
Juru bicara penjaga pantai Filipina, Komodor Jay Tarriela, membeberkan fakta mengejutkan.
"Manuver berisiko dari kapal Tiongkok membuat kapal tersebut bertabrakan," ujar Jay Tarriela, seperti dikutip dari video yang dilansir kanal YouTube @tvOneNews.
Ia menegaskan, kapal Filipina tidak melakukan manuver agresif.
Komodor Jay Tarriela juga menambahkan, kapal perang Tiongkok mengalami kerusakan parah.
"Haluan kapal Tiongkok mengalami kerusakan," ujar Jay Tarriela, seperti dikutip dari video yang dilansir kanal YouTube @tvOneNews.
Kerusakan itu membuat kapal Tiongkok tidak bisa berlayar dengan normal.
Tiongkok membantah tuduhan Filipina. Mereka mengklaim, insiden ini terjadi karena kapal Filipina yang tidak kooperatif. Tiongkok menuduh Filipina sengaja memprovokasi.
Namun, Filipina tetap pada pendiriannya. Komodor Jay Tarriela menegaskan, Filipina berhak berpatroli di wilayahnya.
"Kami berpatroli untuk menjaga kedaulatan," ujar Jay Tarriela, seperti dikutip dari video yang dilansir kanal YouTube @tvOneNews.
Situasi ini membuat negara-negara di kawasan khawatir. Mereka takut, insiden kecil seperti ini bisa memicu konflik yang lebih besar. Konflik yang melibatkan kekuatan-kekuatan besar.
Peristiwa ini menjadi bukti bahwa Laut Cina Selatan masih menjadi "hotspot" dunia. Perebutan wilayah di sana terus memicu ketegangan. Dan solusi damai masih sulit dicapai.
Dunia internasional mendesak kedua negara untuk menahan diri. Mereka meminta agar kedua belah pihak menyelesaikan sengketa melalui jalur diplomatik. Agar tidak ada lagi insiden-insiden seperti ini.
Hingga saat ini, belum ada penyelesaian yang berarti. Kedua negara masih berpegang teguh pada klaim masing-masing. Laut Cina Selatan masih menjadi perairan yang rawan konflik.