Uji Coba Mengerikan Rusia, Rudal Nuklir Skyfall Mampu Jangkau AS!
- youtube.com
Rusia, VIVA Banyuwangi – Rusia diduga kuat siap menguji rudal nuklir terbarunya, Burevestnik, yang dijuluki "Skyfall". Rudal ini digadang-gadang sebagai senjata paling menakutkan yang pernah ada. Kemampuannya yang istimewa membuat Amerika Serikat (AS) kini dalam bahaya.
Seperti dikutip dari video yang dilansir kanal YouTube @tvOneNews pada Rabu, 13 Agustus 2025, tanda-tanda uji coba sudah terlihat. Tanda-tanda itu berupa notam di Laut Barents Timur, pengerahan kapal-kapal pengamat, dan aktivitas logistik yang meningkat. Semua ini mengarah pada satu kesimpulan.
"Rudal ini dapat menempuh jarak 10.000 hingga 20.000 km," ujar seorang analis militer, seperti dilansir dari video yang dilansir kanal YouTube @tvOneNews.
Ia menambahkan, jangkauan ini memungkinkan rudal menyerang target di AS. Serangan itu dapat dilancarkan dari mana saja di Rusia.
Kemampuan rudal Burevestnik jauh melampaui rudal konvensional. Rudal jelajah konvensional seperti KH-102 hanya memiliki jangkauan 4.500 km. Sementara Burevestnik, menggunakan reaktor mini untuk menghasilkan dorongan berkelanjutan.
"Ini adalah kombinasi unik dari propulsi nuklir," ujar seorang pengamat militer, seperti dilansir dari tvOneNews.
Ia menjelaskan, kombinasi ini membuat rudal memiliki jangkauan hampir tak terbatas. Rudal ini juga mampu menembus pertahanan rudal modern.
Namun, uji coba rudal ini bukan tanpa risiko. Beberapa uji coba sebelumnya dilaporkan gagal. Kegagalan ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya insiden radiasi.
"Rudal ini rentan terhadap pertahanan jarak pendek," ujar seorang ahli senjata, seperti dilansir dari tvOneNews.
Ia menambahkan, ukuran rudal yang besar dan kecepatan subsoniknya membuatnya mudah dideteksi. Hal ini membuat rudal ini tidak seefektif yang diklaim.
Meskipun demikian, Rusia tetap melanjutkan rencana uji cobanya. Dunia kini menyoroti setiap pergerakan Rusia. Apakah mereka akan benar-benar menguji coba rudal nuklir paling mematikan ini?
Perkembangan ini menunjukkan bahwa perlombaan senjata nuklir masih berlangsung. Negara-negara besar terus mengembangkan senjata yang lebih canggih. Demi memperkuat dominasi militer mereka.
Pemerintah AS dan negara-negara NATO sedang mempertimbangkan respons atas rencana Rusia ini. Mereka tidak akan tinggal diam. Mereka akan mengambil langkah-langkah untuk menghadapi ancaman ini.