Demo Pati Memanas, Ribuan Warga Desak Bupati Sudewo Lengser
- https://www.viva.co.id/foto/1841907-heboh-bupati-pati-sadewo-naikkan-pbb-p2-hingga-250-persen-kemenkeu-tegaskan-ini?page=2
Pati, VIVA Banyuwangi – Ribuan warga memadati Alun-Alun Kota Pati, Jawa Tengah, pada Rabu 13 Agustus 2025 untuk menggelar aksi demonstrasi menuntut Bupati Pati, Sudewo, mundur dari jabatannya. Massa menilai, Sudewo telah bersikap arogan dan mengeluarkan sejumlah kebijakan yang merugikan masyarakat.
Massa yang menamakan diri sebagai Aliansi Masyarakat Pati Bersatu datang dengan membawa spanduk, poster, dan pengeras suara. Yel-yel tuntutan pengunduran diri Bupati menggema di sepanjang jalan menuju kantor pemerintahan.
Dikutip dari tvonenews.com demo yang dilakukan warga Pati ini sudah berlangsung sejak pagi, arus kendaraan di sekitar Alun-Alun tersendat. Sementara aparat kepolisian dan Satpol PP berjaga ketat untuk mengamankan jalannya aksi.
Aksi besar-besaran ini berawal dari kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen yang menuai penolakan luas. Tak hanya itu, kebijakan sekolah lima hari serta pemecatan sejumlah tenaga honorer di RSUD RAA Soewondo Pati juga menambah daftar panjang kekecewaan warga.
“Kami menolak kebijakan yang membebani rakyat dan tidak pro terhadap kepentingan masyarakat kecil. Sudewo harus bertanggung jawab,” teriak salah satu orator aksi dari atas mobil komando.
Kemarahan warga semakin memuncak setelah pernyataan Sudewo yang dianggap meremehkan aksi protes.
Dalam sebuah kesempatan, Bupati menyatakan siap didemo 5.000 hingga 50.000 orang dan tidak akan mengubah keputusannya. Bagi warga, ucapan itu mencerminkan sikap arogan dan tidak mau mendengar aspirasi rakyat.
Meski pada akhirnya Bupati Sudewo membatalkan dua kebijakan kontroversial tersebut yakni kenaikan PBB-P2 dan sistem sekolah lima hari, gelombang protes tetap berlangsung. Warga menilai pencabutan kebijakan tidak cukup untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap kepemimpinannya.
“Kalau tuntutannya PBB-P2 diturunkan, itu sudah kami akomodir, bahkan dibatalkan. Kebijakan lima hari sekolah pun sudah kami ubah kembali menjadi enam hari,” ujar Sudewo saat dimintai tanggapan.
Namun, pernyataan ini tidak menghentikan langkah massa untuk kembali memenuhi Alun-Alun.
Tak hanya berorasi, massa aksi juga membawa tuntutan tertulis yang berisi desakan agar Bupati segera mengundurkan diri. Mereka menegaskan, aksi akan terus dilakukan hingga Sudewo resmi lengser dari kursi kepemimpinan.