Sri Mulyani Sebut Anggaran MBG 2026 Bisa Tembus Rp300 Triliun
- www.viva.co.id
Jakarta, VIVA Banyuwangi –Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 diperkirakan mencapai lebih dari Rp300 triliun. Dana tersebut, menurutnya, akan disediakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
“MBG tahun ini Rp71 triliun, kita cadangkan tambahan Rp100 triliun. Tahun depan, kalau 82 juta (penerima) akan mendapatkan (MBG), itu lebih dari Rp300 triliun,” ujar Sri Mulyani dalam Sarasehan Nasional Ekonomi Syariah Refleksi Kemerdekaan RI 2025 di Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2025, seperti dikutip dari viva.co.id.
Ia menjelaskan, peningkatan anggaran tidak hanya disebabkan oleh bertambahnya jumlah penerima, tetapi juga karena pemerintah ingin menghubungkan rantai nilai MBG dengan ekosistem industri halal.
“Kami sudah membuatkan programnya. Teman-teman mau bersibuk-sibuk untuk mengisi dalam bentuk gerbang rantai nilainya untuk meningkatkan industri halal,” ucapnya.
Pernyataan ini sejalan dengan yang disampaikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan pada Juni 2025. Luhut mengatakan alokasi anggaran MBG sebesar Rp171 triliun pada tahun ini sebagian besar difokuskan di wilayah Jawa. Ia meyakini program tersebut mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional karena melibatkan banyak pelaku ekonomi.
Tahun ini, pemerintah mengalokasikan Rp71 triliun untuk MBG dengan target awal 17,9 juta penerima, yang terdiri dari 15,5 juta anak sekolah serta 2,4 juta ibu hamil, menyusui, dan balita. Namun, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, jumlah penerima akan ditingkatkan menjadi 82,9 juta, dilayani oleh 32 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah menambah anggaran Rp100 triliun sehingga totalnya menjadi Rp171 triliun. Per 5 Agustus 2025, penyerapan anggaran mencapai Rp7,9 triliun, melampaui proyeksi Badan Gizi Nasional (BGN) sebesar Rp6 triliun. Targetnya, pada Agustus penyerapan mencapai Rp9 triliun dan pada September dapat melayani 50 juta penerima dengan penyerapan Rp19 triliun.
Selanjutnya, pada Oktober ditargetkan pelayanan menjangkau 72 juta penerima dengan penyerapan Rp37 triliun, kemudian 75 juta penerima di November dengan penyerapan Rp59 triliun.
“Dan di akhir Desember kita akan menyerap Rp76 triliun. Jadi anggaran yang Rp71 triliun (dalam APBN) itu untuk makan bergizinya sendiri kan Rp52 triliun. Jadi kami untuk makan bergizinya saja akan membutuhkan tambahan Rp24 triliun,” jelas Sri Mulyani.