Pengajian Janji Surga di Bekasi Bikin Heboh, MUI Turun Tangan!

Kasus Pengajian Sesat Gegerkan Bekasi, Wagub Jabar Turun Tangan!
Sumber :
  • youtube.com

Bekasi, VIVA Banyuwangi – Sebuah pengajian di Kota Bekasi, Jawa Barat, menjadi sorotan publik setelah diduga menyimpang dari ajaran Islam. Pengajian yang dipimpin Ibu Putri Yeni ini disebut-sebut menawarkan surga dengan bayaran Rp1 juta. Sontak, hal ini membuat warga setempat geram dan resah.

img_title Jalan Rusak 17 Tahun Tak Diperbaiki, Warga Brebes Swadaya Perbaiki Sendiri

Seperti dilansir dari video yang dikutip kanal YouTube @tvOneNews pada Kamis, 14 Agustus 2025, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi menyatakan belum bisa langsung memvonis ajaran tersebut sebagai aliran sesat. Pihak MUI akan melakukan investigasi mendalam terlebih dahulu. Mereka akan mengumpulkan data dan fakta dari pengelola pengajian tersebut.

"Kami tidak akan langsung memvonis sesat," ungkap Saifuddin Siroj, Ketua MUI Kota Bekasi.

img_title 70 Juta Tunjangan Rumah Disorot! Gubernur Jakarta Akhirnya Buka Suara!

Ia menjelaskan, mereka akan mencari kejelasan langsung dari pengelola pengajian. Pihak MUI akan bertemu dengan Ibu Putri Yeni, yang kerap dijuluki "Umi Cinta," untuk mengklarifikasi ajaran yang mereka anut.

Pihak MUI mengakui adanya keresahan yang meluas di masyarakat. Mereka telah menerima aduan dari warga.

img_title Polisi Bubarkan Konvoi Pesilat di Blitar, Warga Ketakutan di Jalan

"Kami mendengar keluhan dan keresahan masyarakat sekitar," ujar Ketua MUI Kota Bekasi, seperti dilansir dari tvOneNews.

Ia menambahkan, keluhan itu mengindikasikan adanya "aliran sesat".

Aktivitas pengajian ini dianggap menyimpang karena jemaah pria dan wanita bercampur tanpa ada sekat. Hal ini melanggar norma-norma syariat Islam. Aturan ini telah lama disepakati oleh masyarakat.

Keresahan warga memuncak setelah ada kabar tentang janji surga berbayar. Ini yang membuat warga semakin yakin bahwa pengajian ini tidak benar. Mereka pun memasang spanduk penolakan di sekitar lokasi.

"Kasus ini akan segera kami selesaikan," kata Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews.

 Ia menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Tujuan koordinasi ini adalah untuk mencari solusi terbaik.

Penolakan warga sempat berujung pada kriminalisasi. Beberapa warga yang protes justru dilaporkan ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik. Hal ini membuat mereka semakin marah.

Ketua MUI Kota Bekasi berharap, pertemuan dengan Ibu Putri Yeni dapat berjalan lancar. Ia ingin agar kasus ini segera selesai. Tujuannya adalah untuk mengembalikan ketenangan di masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title