Tanpa Donnarumma, PSG Sabet Piala Super UEFA Lewat Drama Adu Penalti Lawan Tottenham
- https://x.com/PSG_inside/status/1955747190913237296/photo/1
Italia, VIVA Banyuwangi – Paris Saint-Germain kembali membuktikan diri sebagai raja comeback. Tanpa sang kiper utama Gianluigi Donnarumma, Les Parisiens sukses menekuk Tottenham Hotspur 4-3 lewat drama adu penalti di Piala Super UEFA 2025, setelah sebelumnya tertinggal 0-2 dan memaksakan laga berlanjut ke tos-tosan lewat dua gol di menit-menit akhir pada Rabu, 13 Agustus 2025 waktu setempat.
Trofi ini menjadi gelar kelima PSG di tahun 2025, sekaligus melengkapi daftar prestasi yang semakin menggunung.
Laga di Stadio Friuli, Italia, awalnya berjalan sesuai skenario Spurs. Micky van de Ven membuka keunggulan pada menit ke-39 memanfaatkan bola muntah dari tembakan Joao Palhinha yang ditepis kiper anyar PSG, Lucas Chevalier. Hanya berselang tiga menit babak kedua berjalan, kapten baru Tottenham, Cristian Romero, menambah penderitaan PSG lewat sundulan tajam yang gagal diantisipasi Chevalier.
Tottenham tampil lebih tajam dan solid, apalagi mereka sudah matang mempersiapkan musim baru, sementara PSG masih dalam mode “pemulihan” usai Piala Dunia Antarklub di pertengahan Juli. Hingga menit ke-85, skor 2-0 seakan memastikan trofi akan terbang ke London.
Namun, PSG membalikkan cerita. Lee Kang-in menyalakan harapan dengan tendangan mendatar dari tepi kotak penalti. Lalu, di masa injury time, Goncalo Ramos menyundul umpan Ousmane Dembele untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Adu penalti pun tak terhindarkan. Meski Vitinha gagal di eksekusi pertama, PSG mampu mencetak empat gol beruntun. Sebaliknya, Tottenham harus gigit jari setelah Van de Ven dan Mathys Tel gagal menunaikan tugas. Tendangan penentu Nuno Mendes memastikan PSG mengangkat Piala Super UEFA.
Kapten PSG, Marquinhos, mengaku kemenangan ini adalah buah dari kekuatan mental.
“Kami belum banyak persiapan, tapi sepak bola itu bukan cuma fisik. Ada mental, ada taktik, dan ada insting untuk berada di tempat yang tepat,” ujarnya dikutip dari aljazeera.com pada Kamis, 14 Agustus 2025.
Bagi Thomas Frank, manajer anyar Spurs yang melakoni laga kompetitif pertamanya, hasil ini tetap menyimpan banyak pelajaran.
“Kami bermain luar biasa melawan mungkin tim terbaik dunia saat ini. Memang, gol pertama PSG mengubah momentum, tapi saya tetap bangga dengan tim,” kata Frank.