1 Jurus Ampuh, Turun PPN 8% Demi Hindari Jurang Resesi!

1 Jurus Ampuh, Turun PPN 8% Demi Hindari Jurang Resesi!
Sumber :
  • youtube.com

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Ekonomi Indonesia berada di persimpangan jalan yang penuh tantangan. Kontraksi ekonomi global menjadi ancaman nyata yang bisa menyeret Indonesia ke jurang resesi. Berangkat dari kondisi itu, Center of Economic and Law Studies (Celios) mengusulkan sebuah langkah drastis yang bisa menjadi penyelamat. Lembaga studi ini meminta pemerintah untuk menurunkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 8%.

img_title Purbaya Sebut Aturan Baru Restitusi Pajak hingga Bakal Copot 3 Pejabat Kemenkeu

Seperti dikutip dari video yang dilansir kanal YouTube @tvOneNews pada Kamis, 14 Agustus 2025, usulan ini datang di tengah kekhawatiran melemahnya daya beli masyarakat. Daya beli masyarakat, terutama kelas menengah ke bawah, dianggap sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi domestik. Pelemahan daya beli ini berpotensi besar membuat ekonomi Indonesia terpuruk.

"Kebijakan ini bukan hanya sekadar populis, melainkan perubahan struktural yang krusial," ungkap Media Wahyudi, Direktur Kebijakan Fiskal Celios.

img_title Kemenkeu Sebut Penerimaan Pajak Bersih Capai Rp245,1 Triliun per Februari 2026

Ia menegaskan, penurunan PPN akan berdampak besar pada pergerakan ekonomi. Kebijakan ini dapat meningkatkan daya beli masyarakat secara signifikan.

Penurunan PPN ini, menurut Celios, bukanlah langkah yang gegabah. Sebaliknya, langkah ini telah dihitung secara cermat untuk memberikan dampak positif yang maksimal.

img_title Pelaku Usaha Indonesia-AS Teken 11 MoU Senilai USD 38,4 Miliar, Apa Saja Isinya?

"Kami memperkirakan ada potensi tambahan penerimaan negara sekitar Rp1 triliun per tahun," tutup Media Wahyudi, Direktur Kebijakan Fiskal Celios.

Ia menjelaskan, tambahan penerimaan itu berasal dari meningkatnya volume transaksi dan konsumsi masyarakat. Ketika daya beli meningkat, masyarakat akan lebih berani berbelanja. Aktivitas belanja inilah yang akan membuat roda ekonomi kembali berputar.

Langkah ini juga dinilai sebagai solusi efektif untuk menghadapi inflasi yang terus melonjak. Dengan PPN yang lebih rendah, harga-harga barang dan jasa dapat sedikit ditekan. Ini akan meringankan beban masyarakat yang selama ini tercekik oleh biaya hidup yang semakin tinggi.

"Penurunan PPN akan menjadi stimulus yang sangat dibutuhkan oleh pasar," kata Media Wahyudi, Direktur Kebijakan Fiskal Celios.

Ia menambahkan, stimulus ini akan memberikan sinyal positif kepada pelaku usaha. Ini akan mendorong investasi dan ekspansi bisnis yang selama ini tertunda.

Celios berharap, pemerintah bisa segera menanggapi usulan ini dengan serius. Pasalnya, kondisi ekonomi yang memburuk tidak bisa ditunda. Langkah-langkah strategis harus segera diambil sebelum terlambat.

Halaman Selanjutnya
img_title