Istri Polisi Aniaya Remaja, Korban Bantah Tudingan Panas!
- youtube.com
Bolaang Mongondow, VIVA Banyuwangi – Sebuah kasus penganiayaan keji menggegerkan Desa Labuhan Uki, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Seorang remaja berusia 19 tahun menjadi korban penganiayaan brutal yang diduga dilakukan oleh seorang istri polisi. Insiden ini dipicu oleh tuduhan perselingkuhan yang dibantah keras oleh korban.
Seperti dikutip dari video yang dilansir kanal YouTube @tvOneNews pada Kamis, 14 Agustus 2025, penganiayaan ini sempat terekam dalam video amatir. Rekaman tersebut menunjukkan pelaku menganiaya korban dan memotong rambut korban menggunakan alat cukur. Korban, yang diketahui bernama Nur, hanya bisa pasrah.
"Dia tuduh saya ada hubungan dengan suaminya," ungkap Nur, korban penganiayaan keji.
Ia menegaskan, tuduhan itu sama sekali tidak berdasar. Nur tidak memiliki hubungan apapun dengan suami pelaku.
Nur mengaku, memang sempat ada pesan singkat dari suami pelaku untuk bertemu. Namun, ia dengan tegas menolak ajakan tersebut.
"Saya pancing percakapan karena penasaran," ujar Nur, menjelaskan motif awalnya.
Namun, tidak ada niat apapun untuk menjalin hubungan terlarang.
Pihak kepolisian setempat pun tidak tinggal diam. Laporan penganiayaan sudah masuk dan akan ditindaklanjuti secara serius. Pihak berwajib menjamin akan memproses kasus ini sesuai hukum.
"Laporan sudah pasti kami tindak lanjuti," kata IPDA Iskandar, KASI Humas Polses Bolaang Mongondow.
Ia menekankan, tidak ada perlakuan khusus dalam kasus ini. Pihak kepolisian akan bersikap profesional.
Kasus ini sempat diupayakan untuk diselesaikan secara kekeluargaan di tingkat desa. Namun, tidak ada kesepakatan damai yang tercapai. Pihak korban merasa dirugikan dan menuntut keadilan.
"Proses hukum akan terus berjalan," tegas IPDA Iskandar.
Ia menambahkan, pihaknya akan segera melakukan penyelidikan. Pihak kepolisian akan memanggil semua saksi dan para pihak yang terkait untuk dimintai keterangan.
Kasus ini menjadi sorotan tajam masyarakat. Banyak yang mengecam tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh pelaku. Mereka menilai, seorang istri aparat seharusnya lebih bijak dalam menyikapi masalah.
Masyarakat Labuhan Uki juga menaruh harapan besar pada polisi. Mereka berharap, kasus ini bisa menjadi pelajaran berharga. Kekerasan tidak boleh dibiarkan.