11 Provokator Diringkus, Korban Kericuhan Pati Tembus 34 Orang!
- youtube.com
Pati, VIVA Banyuwangi – Aksi unjuk rasa yang berujung anarkis di Pati, Jawa Tengah, akhirnya memakan korban. Sebanyak 34 orang terluka akibat kericuhan yang pecah saat demonstran dan polisi saling berhadapan. Polisi bergerak cepat mengamankan 11 orang yang diduga kuat sebagai provokator.
Seperti dilansir dari video yang dikutip kanal YouTube @tvOneNews pada Kamis, 14 Agustus 2025, insiden ini bermula dari aksi protes. Massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menuntut Bupati Sudewo mundur. Aksi ini memuncak di depan kantor bupati.
"Ada 34 orang yang terluka, 7 di antaranya adalah petugas Polri," tutur Kombes Pol Artanto, Kadiv Humas Polda Jawa Tengah.
Ia menjelaskan, para korban yang terluka sudah dibawa ke rumah sakit. Pihaknya masih terus memantau kondisi para korban.
Kericuhan terjadi setelah massa melemparkan botol ke arah kantor bupati. Polisi yang merespons dengan tembakan gas air mata justru membuat situasi semakin memanas. Aksi anarkis pun tidak terhindarkan.
"Kami mengamankan 11 orang yang diduga sebagai provokator," ujar Kombes Pol Artanto.
Ia menambahkan, para pelaku ini diyakini sebagai dalang kericuhan. Pihaknya berjanji akan memproses hukum para pelaku tanpa pandang bulu.
Aksi unjuk rasa tersebut dipicu oleh kebijakan Bupati Sudewo. Bupati memberlakukan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 250%, yang memicu amarah warga. Meskipun bupati telah mencabut kebijakan tersebut, amarah warga tidak mereda.
Reporter tvOne, Budi Zulkifli, melaporkan suasana di lokasi pasca-kericuhan. Ia menyaksikan sendiri bagaimana kondisi di Pati sempat tidak terkendali.
"Bangkai mobil milik Polres Grobogan dievakuasi," kata Budi Zulkifli, Reporter tvOne.
Mobil itu ludes terbakar saat kericuhan pecah.
Kombes Pol Artanto menegaskan, pihak kepolisian akan bertindak tegas terhadap para pelaku. Pihaknya tidak akan memberikan toleransi pada aksi anarkis.
"Hukum akan ditegakkan seadil-adilnya bagi semua pelaku," tegas Kombes Pol Artanto, Kadiv Humas Polda Jawa Tengah.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan menyalurkan aspirasi melalui jalur yang benar. Konflik yang terjadi hanya akan merugikan semua pihak.