Emosi Pecah, Massa Mendidih Saat Bupati Sudewo Beri Alasan Ini!

Emosi Pecah, Massa Mendidih Saat Bupati Sudewo Beri Alasan Ini!
Sumber :
  • youtube.com

Pati, VIVA Banyuwangi – Ribuan warga Pati, Jawa Tengah, tumpah ruah di jalanan. Mereka menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatannya, menyusul serangkaian kebijakan kontroversial yang dinilai merugikan rakyat. Puncaknya, unjuk rasa yang digelar pada Kamis, 14 Agustus 2025 itu berakhir ricuh, memicu perusakan dan pembakaran mobil polisi.

img_title Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Dibekuk, Izin Ponpes Ndolo Kusumo Pati Resmi Dicabut

Seperti dilansir dari video yang dikutip kanal YouTube @tvOneNews pada hari kejadian, Bupati Sudewo mencoba menemui massa dari dalam mobil rantis. Namun, bukannya disambut baik, ia justru dilempari dengan botol air mineral dan sandal. Petugas keamanan segera melindunginya dengan tameng dan mengevakuasinya.

Aksi ini adalah puncak dari kekecewaan masyarakat. Mereka menolak kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 250 persen. Kebijakan ini dianggap tidak berpihak pada rakyat kecil.

img_title Jalan Rusak 17 Tahun Tak Diperbaiki, Warga Brebes Swadaya Perbaiki Sendiri

"Saya memahami emosi para demonstran yang sulit dikendalikan," ungkap Bupati Pati Sudewo.

Ia mengatakan, dirinya akan menjadikan insiden ini sebagai pembelajaran. Bupati berjanji akan memperbaiki segala sesuatu yang dianggap salah.

img_title Ratusan Warga Pati Kembali Desak Bupati Sudewo Mundur, Tuduh Arogan dan Korup

Namun, pernyataan tersebut tidak meredam tuntutan warga. Mereka tetap menginginkan sang bupati mundur. Tuntutan ini dijawab dengan tegas oleh Sudewo.

"Saya dipilih oleh rakyat secara konstitusional dan demokratis," tutur Bupati Pati Sudewo.

Ia menolak keras untuk mundur dari jabatannya. Sudewo menegaskan, semua ada mekanismenya.

"Semuanya ada mekanismenya," tambah Bupati Sudewo.

Ia menegaskan, ia siap menghadapi proses politik apa pun. Bupati akan mengikuti semua prosedur yang ada.

Insiden ini terjadi meskipun rencana kenaikan PBB telah dibatalkan. Namun, masyarakat merasa kekecewaan mereka sudah terlalu dalam. Mereka menilai bupati telah kehilangan kepercayaan publik.

DPRD Pati pun mengambil langkah serius. Mereka menyetujui pembentukan panitia khusus (pansus) dan hak angket. Langkah ini menjadi respons atas tuntutan masyarakat.

DPRD berharap, melalui hak angket ini, permasalahan dapat diselesaikan secara damai. Mereka tidak ingin konflik ini terus berlarut-larut. Kestabilan politik di Pati harus segera dipulihkan.

Pati kini berada dalam situasi yang sangat krusial. Konflik antara eksekutif dan legislatif berpotensi semakin memanas. Masyarakat menjadi penonton dari drama politik yang terjadi di daerah mereka.

Halaman Selanjutnya
img_title