Pameran Batik Lawas dalam Rangka Harjakasi Kenalkan Batik Marongghi Khas Situbondo

Pameran batik lawas dalam rangka Harjakasi
Sumber :
  • Zulfah Ulyah Kartika/ VIVA Banyuwangi

Situbondo, VIVA Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Situbondo bekerja sama dengan Lembaga Kebudayaan Indradhanu memeriahkan Harjakasi atau Hari Jadi Kabupaten Situbondo ke-207 sekaligus HUT RI ke-80 dengan mengadakan pameran batik lawas.

img_title Satpolairud Situbondo Perketat Pengawasan Pengiriman Hewan Ternak di Pelabuhan Kalbut Jelang Idul Adha

Sebagai salah satu rangkaian kegiatan, pameran ini hanya berlangsung satu hari pada Rabu, 13 Agustus 2025 bertempat di paseban Alun-alun Situbondo.

Batik yang dipamerkan merupakan koleksi batik lawas yang dulunya sering dikenakan oleh para bangsawan di Situbondo serta batik Maronggi, yang merupakan corak batik khas Situbondo.

img_title Pesona Bendung Bajulmati: Melepas Penat di Bawah Rindangnya Hutan Belantara

Agus Triawan, panitia dari pihak Indradhanu menjelaskan bahwa pameran batik ini merupakan sarana untuk mengenalkan lebih luas kepada masyarakat akan eksistensi batik marongghi.

“Melalui pameran batik ini kami ingin sharing atau ingin mengenalkan tentang corak-corak batik lawas dari bangsawan Situbondo sekaligus memperkenalkan batik marongghi khas Situbondo,” ujarnya. 

img_title Dobel Sial Korban KDMP Sumberejo: Tak Ada Ganti Rugi, Deadline Hanya 2 Bulan!

Pengrajin menggambar batik peta Kabupaten Situbondo

Photo :
  • Zulfah Ulyah Kartika/ VIVA Banyuwangi

Batik Marongghi sebagai corak batik khas Situbondo terinspirasi dari daun marongghi atau daun kelor, yang banyak ditemukan di hampir seluruh desa di Situbondo. Batik ini memiliki keunikan dari segi desain dan warna yang kaya.

Selain pameran, pengunjung juga dapat menyaksikan secara langsung pelukis batik yang sedang bekerja membuat kain bergambar peta Kabupaten Situbondo sebagai persembahan Harjakasi ke-207.

Agus mengungkapkan bahwa gambar peta pada kain batik yang sedang digambar memiliki motif yang berbeda di setiap daerahnya. Karena Situbondo memiliki 17 kecamatan, maka terdapat 17 motif batik dalam gambar peta kabupaten tersebut.

“Petanya digambar sesuai ciri khas tiap kecamatan. Seperti Kecamatan Banyuputih, karena ada Baluran jadi motifnya merak baluran. Kendit motif Ojhung. Pasir putih ada perahu pasir putih. Jadi motif khas per kecamatannya.” tuturnya.

Menurut Agus, pameran batik lawas sesuai dengan visi Harjakasi tahun ini yang mengangkat nilai-nilai lokal. Masyarakat jadi lebih mengenal tentang batik lawas dan batik maronggi yang menjadi identitas Kabupaten Situbondo.

“Kami sangat mendukung adanya kegiatan seperti ini. Selain itu tanggapan masyarakat juga cukup baik. Banyak yang tertarik dengan batik lawas dan batik marongghi. Dan memang itu tujuan kami,” tutup Agus.