Sri Mulyani Tegaskan Pajak Sama Mulianya dengan Zakat dan Wakaf
- https://www.tvonenews.com/gallery-foto/berita/nasional/359152-sri-mulyani-siapkan-rp108-triliun-dongkrak-ekonomi-kuartal-iii-fokus-ke-program-prioritas-prabowo
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa zakat, wakaf, dan pajak memiliki tujuan mulia yang sama, yaitu mengalir kembali kepada pihak yang membutuhkan. Dilansir dari viva.co.id, pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri Sarasehan Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah pada Rabu, 13 Agustus 2025.
“Dalam setiap rezeki dan harta yang kamu dapatkan ada hak orang lain. Caranya hak orang lain itu diberikan ada yang melalui zakat, wakaf, ada yang melalui pajak, dan pajak itu kembali kepada yang membutuhkan,” ujar Sri Mulyani.
Sri Mulyani menegaskan bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat digunakan untuk membiayai berbagai program perlindungan sosial.
“Pajak tersebut digunakan untuk memberikan bansos kepada 10 juta keluarga penerima Program Keluarga Harapan, bantuan sembako kepada 18 juta keluarga, dan memberikan subsidi serta akses permodalan kepada UMKM, termasuk yang berbasis syariah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dana pajak juga digunakan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat.
“Mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, pembangunan fasilitas kesehatan, posyandu, puskesmas, sekolah rakyat, hingga asrama dan makan gratis untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu,” kata Sri Mulyani.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani menyebut ekonomi syariah selaras dengan program Asta Cita yang diusung pemerintahan saat ini.
“Ekonomi dan keuangan syariah sejalan dengan visi untuk mewujudkan keadilan, kemakmuran, dan kedaulatan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa instrumen APBN digunakan untuk mendukung prinsip keadilan sosial, mulai dari perlindungan sosial, bantuan pendidikan, layanan kesehatan, hingga dukungan untuk sektor pertanian dan energi.