Serapan Ribuan Pekerja Diragukan, Istana Tegaskan Sikap di Tengah Polemik Data Tenaga Kerja!

Ketegasan Kepala Kantor Komunikasi Presiden Hasan Nasbi
Sumber :
  • tvonenews.com

Jakarta, VIVA Banyuwangi –Pihak Istana Kepresidenan memberikan respons tegas terhadap keraguan yang dilontarkan serikat buruh mengenai data serapan tenaga kerja nasional. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menantang para kritikus untuk menyajikan data tandingan jika tidak setuju dengan angka yang dirilis pemerintah, ketimbang hanya mengandalkan persepsi.

img_title Gaji Tembus Rp66 Juta per Bulan, Singapura Buka 15.700 Lowongan Kerja Baru

"Kalau tidak percaya atau meragukan data silakan kita berdebat untuk menyajikan data yang lain. Jadi tidak hanya pakai perasaan," tegas Hasan, pada Jumat, 15 Agustus 2025.

Pernyataan ini menanggapi skeptisisme serikat buruh atas klaim Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang melaporkan penyerapan 303.000 tenaga kerja pada paruh pertama 2025.

img_title Menaker Yassierli Berangkatkan 2.000 Pemagang ke Jepang, Ini Target Besarnya!

Hasan membeberkan data pendukung dari Badan Pusat Statistik (BPS), yang menunjukkan sektor industri tumbuh sekitar 5,6 persen dan investasi naik 6,9 persen. Bahkan, hingga Agustus 2025, investasi yang masuk telah menciptakan 1.259.000 lapangan kerja baru.

Di sisi lain, Kementerian Perindustrian juga memaparkan data yang menguatkan klaim mereka. Seperti dikutip dari laman tvonenews.com, Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, menyatakan bahwa optimisme industri nasional tetap tinggi di tengah tekanan ekonomi global. Hal ini dibuktikan dengan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Juli 2025 yang naik menjadi 52,89 poin.

img_title Produksi Padi dan Beras 2025 Meningkat, BPS Ungkap Prediksi hingga November

Febri menambahkan bahwa geliat industri ini bukan sekadar angka di atas kertas. Berdasarkan laporan di Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), sebanyak 1.641 perusahaan telah membangun fasilitas produksi baru pada semester I 2025 dengan total nilai investasi fantastis mencapai Rp803,2 triliun.

Dampak langsung dari ekspansi masif inilah yang menghasilkan serapan tenaga kerja baru sebanyak 303 ribu orang. Angka ini, menurut Febri, jauh melampaui data Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilaporkan. Pihaknya menegaskan komitmen untuk terus menjaga momentum pertumbuhan industri sebagai fondasi penciptaan lapangan kerja berkualitas di Indonesia.