Warga Miskin Jadi Tumbal? 220 Ton Beras Ludes! Harga Beras di Sumsel Hancur

Warga Miskin Jadi Tumbal? 220 Ton Beras Ludes!
Sumber :
  • youtube.com

Musi Banyuasin, VIVA Banyuwangi – Harga beras di Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan kembali menjadi sorotan tajam di. Meskipun Gerakan Pangan Murah (GPM) digalakkan, masyarakat masih mengeluhkan harga beras yang mencekik. Program ini, yang seharusnya menjadi solusi, justru memicu kebingungan dan kekhawatiran baru di kalangan warga miskin.

img_title Tekan Inflasi, Gerakan Pangan Murah di Kota Probolinggo Hadirkan Harga Terjangkau Bagi Warga

Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews pada Jumat, 15 Agustus 2025, Kapolda Sumsel Irjen Pol Andrian Jayadi secara resmi membuka GPM. Acara ini digelar serentak di 17 kota dan kabupaten se-Sumatera Selatan.

"Kami siapkan ratusan ton beras," ujar Irjen Andrian saat ditemui. Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews.

img_title Wakil Presiden Gibran Kunjungi Banyuasin: Soroti Produksi Beras Tertinggi dan Peran Penting Irigasi Modern

Ia menjelaskan, program ini bertujuan untuk menstabilkan harga dan membantu masyarakat kurang mampu.

Namun, di tengah program ini, masih banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan beras dengan harga terjangkau. Mereka harus mengantre panjang dan bersaing dengan ribuan warga lain.

img_title Habiskan Dana Rp200 M, Jalan Penghubung Desa di Musi Banyuasin Rusak Parah, KPK Selidiki Dugaan Korupsi

Seorang warga bernama Wisda Winata juga mengaku membawa 30 orang tetangganya untuk mendapatkan beras murah. Ia berharap program ini terus berlanjut.

"Semoga program ini tidak berhenti," kata Wisda. Jumat, 15 Agustus 2025.

Ia menjelaskan, keberadaan GPM sangat membantu meringankan beban ekonomi.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat harus rela berdesak-desakan demi mendapatkan beras murah. Fenomena ini menunjukkan adanya ketidakstabilan harga beras yang serius di Sumsel.

Harga beras medium di pasaran mencapai Rp 12.500 per kilogram, sedangkan GPM menjualnya seharga Rp 11.600. Namun, ketersediaan beras GPM sangat terbatas.

Masyarakat kini menaruh harapan besar pada GPM. Namun, jika tidak didistribusikan secara efektif, program ini justru bisa menjadi bumerang.

"Kami butuh solusi jangka panjang," kata Wisda. Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews

 Ia meminta pemerintah untuk mencari cara agar harga beras bisa stabil, bukan hanya melalui program dadakan.

Selama periode 6-13 Agustus, sebanyak 220,09 ton beras GPM telah disalurkan. Namun, angka ini tidak sebanding dengan tingginya permintaan masyarakat.

"Jumlahnya belum mencukupi," tutup Irjen Andrian. Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews.

Ia berjanji akan terus berupaya meningkatkan ketersediaan beras GPM.