12 Aturan Baru Liga Inggris Musim 2025/2026, Mulai Terapkan Teknologi SAOT
- https://www.premierleague.com/en/news/4374016/premier-league
Jakarta, VIVA Banyuwangi - Liga Inggris resmi memberlakukan sejumlah aturan baru mulai musim 2025/2026. Kebijakan ini merujuk pada pembaruan Laws of the Game dari Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) serta prinsip-prinsip yang dirancang untuk menjaga sportivitas, mempercepat tempo permainan, dan memberikan perlindungan lebih kepada perangkat pertandingan.
Perubahan paling menonjol adalah pembatasan waktu bagi pemain untuk melakukan protes terhadap wasit. Mulai musim ini, protes hanya boleh disampaikan dalam waktu maksimal enam detik. Jika melewati batas tersebut, pemain dapat dikenai sanksi berupa kartu kuning.
“Tujuannya adalah memastikan interaksi dengan wasit berlangsung cepat, sopan, dan tidak mengganggu jalannya pertandingan,” tulis Liga Inggris dalam pernyataan resminya dikutip dari antaranews.com, Jumat, 15 Agustus 2025.
Selain itu, hanya kapten tim yang berhak berbicara langsung dengan wasit terkait keputusan di lapangan.
Kebijakan ini diberlakukan untuk menghindari situasi di mana banyak pemain mengerumuni wasit secara bersamaan.
Daftar Aturan Baru Liga Inggris Musim 2025/2026
Mengutip laman resmi Liga Inggris, berikut aturan baru yang mulai berlaku pada pekan perdana musim ini:
1. Hanya kapten yang boleh mengajukan protes kepada wasit; bila kapten adalah kiper, pemain lain ditunjuk sebagai pengganti.
2. Kiper maksimal memegang bola delapan detik. Jika lebih, lawan mendapat tendangan sudut. Pelanggaran berulang bisa berujung kartu kuning.
3. Bola jatuh (dropped ball) di area penalti diberikan kepada kiper. Jika di luar, diberikan ke tim yang berhak menguasai bola.
4. Penalti dengan sentuhan ganda tak sengaja akan diulang. Jika disengaja, lawan mendapat tendangan bebas tidak langsung.
5. Gangguan dari pemain cadangan atau staf yang tak memengaruhi bola hanya berujung tendangan bebas tidak langsung. Jika disengaja, kartu merah dijatuhkan.
6. Posisi asisten wasit tetap di garis samping, sementara pergerakan kiper dipantau VAR.
7. Tidak semua kontak fisik dianggap pelanggaran, termasuk handball, demi menjaga intensitas permainan.
8. VAR hanya intervensi bila ada kesalahan jelas. Waktu tunggu rata-rata turun menjadi 39 detik.
9. Teknologi Offside Semi-Otomatis (SAOT) mulai digunakan penuh untuk mempercepat keputusan offside.
10. Keputusan VAR diumumkan melalui pengeras suara stadion disertai tayangan bukti visual.