Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Resmi Dibuka, Pemkab Jember Siapkan Generasi Emas 2045

Bupati Jember meresmikan sekolah rakyat terintegrasi 6
Sumber :
  • www.antaranews.com

Jember, VIVA Banyuwangi – Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, secara resmi dibuka oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, pada Jumat, 15 Agustus 2025 sore. Kehadiran sekolah ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan cita-cita Generasi Emas 2045.

img_title Wajah Baru Stasiun Jember, Fasad Cagar Budaya hingga Area UMKM Ditata

"Dengan fasilitas terbaik di Sekolah Rakyat itu, saya yakin mereka akan menjadi generasi berkualitas untuk Indonesia Emas 2045," kata Bupati Fawait saat memberikan sambutan dalam peluncuran Sekolah Rakyat di Jember, sebagaimana dikutip dari laman resmi antaranews.com.

Sang bupati menyatakan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan penuh terhadap pendirian sekolah tersebut.

img_title World Kids x Pets Carnival JFC di Jember, Tumbuhkan Kreativitas Anak dan Cinta Hewan

"Bayangkan, gedung sementara saja sudah sebagus ini, nanti akan dibangun di lahan seluas 9 hektare dengan anggaran Rp100–200 miliar. Semua fasilitas, mulai makan bergizi, tempat tidur, seragam, buku, hingga laptop untuk setiap siswa, disediakan oleh Presiden," ungkap Fawait pada Jumat, 15 Agustus 2025.

Sosok yang akrab disapa Gus Fawait ini juga menegaskan bahwa pendidikan adalah jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan.

img_title Hilirisasi Jagung Diperkuat, Pemkab Jember Gandeng UKRI dan Kementerian

Ia berpesan kepada para orang tua agar tidak berkecil hati jika belum mampu secara ekonomi, yang terpenting anak-anaknya memiliki ilmu dan pendidikan yang baik.

Peresmian Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 juga menjadi penanda dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa-siswa yang akan menempuh pendidikan dengan sistem asrama.

Kepala Sekolah Rakyat Jember, Kartika Sari Dewi, mengungkapkan bahwa kesiapan sarana dan prasarana telah mencapai 95 persen.

"Bangunan fisik sudah selesai 100 persen, hanya beberapa mebel seperti meja, rak sepatu, dan lemari yang masih dalam proses pengadaan. Targetnya, seluruh perlengkapan non-fisik sudah lengkap pada 17 Agustus 2025," jelasnya.

MPLS akan berlangsung selama dua pekan. Pada minggu pertama, siswa akan menjalani adaptasi di asrama melalui kegiatan ringan, pembiasaan ibadah, dan penguatan ikatan dengan wali asuh. Minggu kedua akan diisi dengan pelatihan kedisiplinan bersama TNI dengan materi yang disesuaikan untuk anak-anak.

Saat ini, jumlah siswa yang terdaftar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 mencapai 95 orang, terdiri dari 51 siswa SMP dan 44 siswa SD. Untuk mendukung proses pembelajaran, tersedia 14 guru, 10 wali asuh, dan 4 wali asrama.

Halaman Selanjutnya
img_title