Sri Mulyani Pastikan Kenaikan Gaji dan Rekrutmen PNS Masih Tertahan di 2026
- https://www.viva.co.id/foto/1843401-janji-sri-mulyani-tak-ada-pajak-baru-demi-kenaikan-target-rapbn-2026
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Harapan para Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk mendapatkan kenaikan gaji maupun pembukaan rekrutmen baru pada tahun 2026 tampaknya masih harus ditunda. Pemerintah menegaskan bahwa fokus belanja negara tahun depan diarahkan pada program-program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa kapasitas fiskal RAPBN 2026 masih terbatas sehingga belum ada ruang untuk melakukan kajian terkait tambahan gaji atau rekrutmen PNS.
“Kami belum melakukan exercise, terutama untuk rekrutmen dan gaji,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026 di Jakarta, Sabtu 16 Agustus 2025
Ia menjelaskan, keputusan mengenai formasi PNS nantinya tetap akan bergantung pada kebutuhan nyata di kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah. Namun semua itu tetap harus menyesuaikan kemampuan fiskal negara.
“Kalau pun ada rekrutmen, itu harus berdasarkan kebutuhan riil, bukan keinginan. Jadi sangat tergantung pada kapasitas fiskal,” tambahnya yang dilansir dari antaranews.com
Dalam RAPBN 2026, belanja negara ditargetkan mencapai Rp3.786,5 triliun, dengan defisit anggaran sebesar Rp636,8 triliun atau 2,48% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Anggaran tersebut dialokasikan untuk delapan prioritas utama Presiden Prabowo, mulai dari ketahanan pangan, energi, program Makan Bergizi Gratis, pendidikan, kesehatan, pembangunan desa, koperasi & UMKM, pertahanan semesta, hingga percepatan investasi dan perdagangan global.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah menegaskan bahwa rekrutmen maupun kenaikan gaji PNS belum bisa dilakukan pada tahun 2026. Fokus anggaran tetap diarahkan pada program-program prioritas yang menyentuh masyarakat secara langsung.