Pejabat Bikin Geger! HUT RI ke 80 Jadi Ajang Pamer Kekayaan, Bupati Yosef Benediktus Ngamuk!
- youtube.com
Ende, VIVA Banyuwangi – Momen HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Ende, Nusa Tenggara Timur, diwarnai dengan perayaan yang meriah. Ribuan warga membanjiri Lapangan Pancasila, tempat di mana upacara digelar. Namun, kemeriahan itu seolah tertutup dengan pernyataan mengejutkan dari Bupati Ende Yosef Benediktus yang menyoroti mentalitas pejabat.
Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews pada Minggu, 17 Agustus 2025, Yosef mengaku bahwa mengubah mentalitas masyarakat bukanlah hal mudah. Apalagi, mereka masih dihadapkan dengan mentalitas yang kerap kali memperlambat pembangunan.
"Kita harus mengubah mindset yang ada," ungkap Yosef. Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews.
Ia menjelaskan, tantangan ini harus dijawab dengan kerja keras dan kolaborasi dari semua pihak.
Yosef mengungkapkan, dalam waktu satu bulan, pemerintahannya sudah melakukan berbagai persiapan. Serangkaian kegiatan digelar sejak 1 Agustus, mulai dari jalan sehat hingga berbagai perlombaan.
"Kami sudah melakukan persiapan matang," tutur Yosef. Minggu, 17 Agustus 2025.
Ia menambahkan, semua persiapan ini dilakukan agar perayaan berlangsung meriah dan berkesan.
Yosef juga memaparkan keberhasilan pemerintahannya dalam restrukturisasi birokrasi dan kebijakan anggaran. Ia memastikan, semua kebijakan kini berpihak pada rakyat.
"Anggaran kita pro masyarakat," ujar Yosef.
Ia menekankan, pemerintah akan terus berupaya agar setiap program bisa dirasakan langsung oleh warga.
Keberhasilan ini, menurut Yosef, terbukti dari pendapatan yang dihasilkan UMKM di setiap kegiatan. Yosef menyebut, omzet yang dihasilkan bisa mencapai ratusan juta rupiah.
"UMKM kita menghasilkan lebih dari 1 miliar," kata Yosef.
Ia mengatakan, ini adalah bukti bahwa kolaborasi pemerintah dan masyarakat bisa menghasilkan sesuatu yang positif.
Namun, di tengah pernyataan itu, Yosef juga mengingatkan soal tantangan terbesar yang dihadapi. Ia menyebut, Ende yang dikenal sebagai "Kota Pancasila" harus mampu menjaga nilai-nilai luhur.
"Pancasila adalah rahim kita," ungkap Yosef.
Ia menjelaskan, semua masyarakat harus saling menghormati dan menghargai keberagaman.
Ia juga berjanji, akan terus bekerja keras untuk mendengarkan aspirasi rakyat. Yosef mengaku, banyak masyarakat yang masih mengeluhkan akses jalan, pendidikan, dan kesehatan.
"Aspirasi warga harus didengar," tutur Yosef.