Tragedi Gempa Poso Gereja Roboh Saat Ibadah dan Jemaat Jadi Korban
- https://www.viva.co.id/foto/1843533-gempa-magnitudo-6-0-guncang-poso-29-luka-luka-2-orang-kritis
Poso, VIVA Banyuwangi – Suasana khidmat ibadah Minggu pagi di Gereja GKST Elim Masani, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, mendadak berubah jadi kepanikan setelah gempa berkekuatan Magnitudo 5,8 mengguncang wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Minggu 17 Agustus 2025.
Getaran keras yang datang tiba-tiba membuat bangunan gereja tak mampu bertahan hingga akhirnya roboh menimpa jemaat yang sedang beribadah. Teriakan histeris terdengar saat dinding dan atap runtuh, membuat banyak jemaat berusaha menyelamatkan diri, sementara sebagian lain terjebak di dalam reruntuhan.
Menurut laporan resmi Basarnas, ada 31 jemaat yang menjadi korban dalam peristiwa itu. Sebagian besar berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, meski 12 orang mengalami luka-luka akibat tertimpa material bangunan.
“Korban 31 dalam keadaan selamat,” tegas Edy Prakoso, Deputi Operasi Basarnas, dikutip pada tvonenews.com
Salah satu jemaat yang berhasil selamat menceritakan detik-detik mencekam itu dan merupakan seorang warga Desa Masani yang masih terlihat shock.
“Kami sedang menyanyi, tiba-tiba lantai berguncang keras, semua orang panik. Saya lihat atap mulai jatuh, kami langsung berlari keluar, tapi beberapa teman tertimpa,” ujar Yohana
Tidak hanya gereja, sejumlah rumah warga di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan akibat guncangan. Warga pun memilih mengungsi ke tempat aman karena takut akan adanya gempa susulan.
BMKG melaporkan pusat gempa berada di darat dengan kedalaman 10 km, sehingga guncangan terasa sangat kuat di permukiman padat penduduk.
Bupati Poso, Verna Inkiriwang segera meninjau lokasi dan memastikan penanganan korban berlangsung cepat. Dalam keterangannya, ia mengatakan,
“Kami prihatin atas musibah ini. Semua korban sudah ditangani, baik yang luka maupun yang selamat, dan bantuan darurat telah disiapkan untuk warga terdampak.”ungkap Verna Inkiriwang
Hingga Minggu sore, kondisi korban luka masih ditangani di rumah sakit. Dua di antaranya dilaporkan dalam kondisi cukup serius dan membutuhkan perawatan intensif.
Meski begitu, aparat memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dan evakuasi telah dinyatakan selesai. Basarnas juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.
“Kami berharap warga tidak panik, tetap tenang, dan selalu memperhatikan jalur evakuasi jika gempa susulan terjadi,” tambah Edy.