Momen Haru Prabowo Subianto Cium Bendera Merah Putih di Hari Kemerdekaan
- https://www.tvonenews.com/gallery-foto/berita/nasional/362433-prabowo-cium-bendera-merah-putih-sebelum-dikibarkan-di-peringatan-hut-ke-80-ri-di-istana
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Suasana upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2025 berlangsung penuh khidmat dan sarat makna. Salah satu momen yang mencuri perhatian publik adalah ketika Presiden Prabowo Subianto mencium duplikat Bendera Merah Putih sebelum menyerahkannya kepada pembawa baki dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Dikutip dari antaranews.com, gestur itu menjadi simbol penghormatan sekaligus wujud kecintaan mendalam terhadap tanah air. Prosesi dimulai ketika anggota Paskibraka, Bianca Alessia Christabella Lantang dari Provinsi Sulawesi Utara, melangkah naik ke mimbar kehormatan untuk menerima bendera.
Dengan penuh khidmat, Presiden menyerahkan bendera ke atas baki berlapis kain biru muda, lalu memberikan kecupan singkat sebelum menempatkannya dengan hati-hati. Tindakan tersebut menambah kesakralan jalannya upacara yang sejak awal sudah berlangsung dalam nuansa penuh rasa hormat.
Ribuan pasang mata, baik dari undangan di lokasi maupun masyarakat yang menyaksikan lewat siaran televisi, ikut larut dalam momen tersebut. Banyak yang menilai bahwa tindakan Presiden memberi sentuhan emosional yang memperkuat makna bendera sebagai simbol persatuan, pengorbanan, dan perjuangan bangsa.
Prosesi berlanjut pada puncak pengibaran bendera yang digelar pada 17 Agustus, di mana Bianca dengan langkah teratur menuruni tangga mimbar dan berjalan menuju lapangan upacara. Bersama tim Paskibraka yang tergabung dalam kelompok “Indonesia Berdaulat,” ia melaksanakan tugas pengibaran Sang Saka Merah Putih dengan penuh disiplin dan rasa tanggung jawab.
Momen pada tanggal bersejarah itu tidak hanya menggambarkan formalitas kenegaraan, tetapi juga memperlihatkan nilai-nilai kebangsaan yang melekat dalam setiap gerakan. Dari mulai kecupan Presiden pada Sang Saka hingga gerak penuh keyakinan para Paskibraka, semua menjadi bagian dari narasi besar tentang rasa hormat dan kebanggaan atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan darah dan pengorbanan para pahlawan bangsa.
Upacara di Istana Merdeka pada 17 Agustus tersebut akhirnya bukan sekadar rangkaian seremonial tahunan, melainkan pengingat mendalam bahwa kemerdekaan harus selalu dirawat, dihormati, dan diwariskan dengan penuh cinta.