300 Lebih Warga Pakistan Tewas Misterius! Banjir Bandang dan Tanah Longsor Bikin Geger, Pemerintah Dituding Lamban!

300 Lebih Warga Pakistan Tewas
Sumber :
  • youtube.com

Pakistan, VIVA Banyuwangi – Tragedi mengerikan melanda Pakistan. Lebih dari 300 orang dilaporkan tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di wilayah pegunungan barat laut. Bencana ini disebut-sebut sebagai yang paling mematikan dalam musim hujan tahun ini, memicu kekhawatiran dan amarah warga.

img_title Kemendikdasmen Siapkan TKA Susulan untuk Siswa Terdampak Bencana, Sakit hingga Gangguan Teknis

Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews pada Minggu, 17 Agustus 2025, laporan menyebutkan bahwa peristiwa ini terjadi secara tiba-tiba. Hujan deras yang terus-menerus memicu bencana mematikan.

"Desa kami hampir musnah," ujar seorang warga, Haroon Rasheed. Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews.

img_title Islamabad Jadi Kota Sunyi, Pakistan Berlakukan Lockdown Jelang Perundingan AS-Iran

Ia mengaku 70-80 persen rumah di desanya rata dengan tanah.

Banyak warga yang mengeluhkan minimnya bantuan dari pemerintah. Mereka merasa lamban dalam merespons bencana dan tidak memberikan peringatan dini.

img_title Pohon Mangga Tumbang Timpa Jaringan, Listrik Tongas–Curahgrinting Padam

"Kami tidak siap dengan bencana ini," tutur seorang warga, Lena Abdul Rahman.

Ia mengatakan, banyak korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan rumah.

Tim penyelamat gabungan dari militer dan tim relawan terus berupaya mengevakuasi korban. Namun, medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu menghambat proses evakuasi.

"Jalanan masih tertutup longsor," ungkap seorang tim penyelamat, Ahmad.

Ia menjelaskan, tim harus berjalan kaki sejauh puluhan kilometer untuk mencapai lokasi.

Menurut keterangan resmi, 307 orang dilaporkan tewas. Namun, angka ini diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan ditemukannya korban-korban baru.

"Angka kematian masih bisa bertambah," kata Saiful Islam, Kepala Otoritas Manajemen Bencana Provinsi,.

Ia mengakui, timnya masih terus bekerja keras untuk menemukan korban yang hilang.

Saiful mengatakan, pemerintah telah mengirimkan bantuan logistik dan medis ke lokasi bencana. Namun, bantuan tersebut sulit didistribusikan karena infrastruktur yang rusak.

"Kami sudah mengirimkan bantuan," tambah Saiful.

Ia berharap, bantuan bisa segera sampai kepada korban yang selamat.

Banyak warga yang mengeluhkan kondisi mereka saat ini. Mereka kehabisan makanan dan air bersih.

"Kami butuh makanan dan air," tutur seorang warga, Fatimah.

Ia berharap, bantuan segera datang sebelum semuanya terlambat.

Tragedi ini juga menyoroti kerentanan Pakistan terhadap perubahan iklim. Pemerintah didesak untuk mengambil tindakan yang lebih serius dalam menghadapi bencana alam di masa depan.

Halaman Selanjutnya
img_title