Sejarawan Sebut Perayaan 17 Agustus Rohnya Hilang! Hendi Jo Ungkap Sejarah Kelam di Balik Lomba Panjat Pinang!

Sejarawan Sebut Perayaan 17 Agustus
Sumber :
  • youtube.com

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini berlangsung sangat meriah di berbagai daerah. Namun, di balik semarak pesta rakyat, seorang sejarawan justru menyoroti makna perayaan yang mulai bergeser.

img_title Tradisi Balap Perahu Fiber di Probolinggo Kembali Digelar, 50 Peserta Lomba Ramaikan Pantai Darmo

Seperti dikutip dari kanal YouTube @tvOneNews pada Minggu, 17 Agustus 2025, Hendi Jo menyebut tradisi lomba 17-an berakar dari masa penjajahan Belanda. Ia menyinggung tradisi panjat pinang yang dulu sering digelar untuk menghibur para penjajah.

"Lomba ini adalah warisan dari Belanda," ujar Hendi Jo. Seperti dikutip dari kanal YouTube @tvOneNews.

img_title Tradisi Bungo Lado, Pohon Uang Unik Masyarakat Padang Pariaman Saat Maulid Nabi

Ia menjelaskan, dulu lomba tersebut digelar untuk memeriahkan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina.

Hendi Jo menilai, lomba 17-an adalah wujud kegembiraan masyarakat. Namun, esensi kegembiraan tersebut tidak boleh menutupi makna perjuangan sesungguhnya.

img_title Prabowo Gandeng Akademisi, Brian Yuliarto Rangkap Jabatan Mendiktisaintek dan Kepala Badan Industri Mineral

"Masyarakat hanya melampiaskan rasa gembira," tutur Hendi Jo. Minggu, 17 Agustus 2025.

Ia berharap, kegembiraan itu tidak hanya sesaat, melainkan harus berkelanjutan.

Menurut Hendi Jo, saat ini banyak orang yang merayakan kemerdekaan dengan cara yang salah. Mereka lebih fokus pada seremoni dan hiburan, ketimbang makna yang mendalam.

"Perayaan ini sudah kehilangan rohnya," ungkap Hendi Jo.

Ia mengatakan, seharusnya perayaan ini menjadi momentum untuk merefleksikan kembali cita-cita para pendiri bangsa.

Hendi Jo juga menyinggung tentang visi Bung Karno. Ia menyebut, para pendiri bangsa bermimpi untuk menciptakan Indonesia tanpa kemiskinan dan tanpa perpecahan.

"Visi utama Bung Karno adalah Indonesia tanpa kemiskinan," kata Hendi Jo.

Ia berharap, pemerintah dan rakyat bisa kembali fokus pada tujuan tersebut.

Selain itu, Hendi Jo juga menyoroti kondisi bangsa saat ini. Ia menilai, kemiskinan sosial, politik, dan budaya masih menghantui Indonesia.

"Kita masih dihantui kemiskinan," tambah Hendi Jo.

Ia menjelaskan, kemiskinan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal solidaritas sosial.

Hendi Jo menegaskan, perayaan ini harus menjadi ajang untuk introspeksi. Bukan hanya seremonial belaka.

"Kemerdekaan ini harus diisi dengan karya nyata," tutup Hendi Jo. Seperti dikutip dari kanal YouTube @tvOneNews.

 Ia berharap, seluruh elemen masyarakat bisa bersatu untuk mewujudkan cita-cita bangsa.