JLU Lamongan Resmi Dibuka, Bupati Optimistis Jadi Pemicu Pertumbuhan Ekonomi Baru

Bupati Lamongan Resmikan JLU pada Minggu 17 Agustus 2025
Sumber :
  • www.antaranews.com

Lamongan, VIVA Banyuwangi - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi optimistis keberadaan Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan akan memperlancar distribusi barang dan jasa sekaligus mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di wilayah setempat.

img_title Paripurna DPRD Kota Probolinggo Bahas Revisi Perda UMKM, Modal Usaha Mikro Kini hingga Rp1 Miliar

“Jalan ini tidak hanya untuk mengurangi kemacetan, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya pusat ekonomi baru di Lamongan,” kata Yuhronur saat meresmikan JLU usai upacara HUT ke-80 Republik Indonesia, sebagaimana dikutip dari laman resmi antaranews.com.

Bupati Yuhronur menjelaskan, JLU sepanjang 7,15 kilometer akan memberi banyak manfaat seperti memperlancar arus logistik. memperluas distribusi hasil pertanian Lamongan, dan menumbuhkan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sepanjang jalur.

img_title Catat! Ini 6 Ruas Tol Gratis Selama Libur Lebaran 2026

“Di sini nanti akan dibangun Pasar Ikan Lamongan yang saat ini memasuki progres pengurukan. Adapun investor-investor yang mulai bermunculan untuk mengembangkan usaha di kawasan ini, seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan lainny,” ujar Bupati Lamongan pada Minggu, 17 Agustus 2025.

Pemkab Lamongan memastikan JLU akan terus dievaluasi bersama pihak terkait guna menjamin fungsi dan keselamatan jalan. Masa evaluasi berlangsung selama tahap pemeliharaan hingga September 2025.

img_title Kementerian UMKM Dorong Keterlibatan Usaha Mikro dan Kecil dalam Program 3 Juta Rumah

"Masa evaluasi berlangsung selama tahap pemeliharaan, yakni hingga September 2025," imbuhnya.

Kepala Satuan Kerja Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah IV Jawa Timur, Bagus Artamana, menyampaikan bahwa audit keselamatan jalan telah dilakukan pada 11–12 Agustus 2025 oleh Direktorat Jenderal Bina Marga.

"Hasil audit menemukan 19 poin yang perlu ditindaklanjuti, termasuk penempatan rambu lalu lintas, penataan pedagang kaki lima, dan pengaturan siklus lampu lalu lintas," jelas Bagus Artamana.

Selama masa uji coba, akan dipasang tiga traffic light di titik awal, tengah, dan akhir jalan. Untuk dua titik lain belum dipasang karena volume kendaraan masih di bawah 500 per jam sesuai ketentuan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Arus lalu lintas saat ini relatif kecil, didominasi kendaraan roda dua dan pengguna lokal antar desa. Jika volume meningkat, traffic light tambahan akan segera dipasang,” ucap Bagus.

Dengan hadirnya JLU, Pemkab Lamongan berharap kawasan utara menjadi magnet investasi baru yang mampu menggerakkan roda perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.