25 Ribu Penumpang Geger! Aksi PT KAI di Stasiun Cikini Bikin Jakarta Tambah Macet dan Sengsara!
- youtube.com
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Warga Jakarta dikejutkan dengan perubahan drastis di Stasiun Cikini. Pagar stasiun yang semula rendah, kini sudah menjulang tinggi. Aksi PT KAI ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Banyak yang menilai, alih-alih menyelesaikan masalah, kebijakan ini justru akan menambah kemacetan di Ibu Kota.
Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews pada Senin, 18 Agustus 2025, pembangunan pagar ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan. PT KAI ingin mencegah penumpang KRL yang nekat melompat pagar.
"Kami ingin penumpang lebih aman," ungkap salah seorang petugas, Heru. Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews.
Ia menambahkan, langkah ini adalah prioritas utama.
Rata-rata, Stasiun Cikini melayani hingga 30.000 penumpang setiap hari. Jumlah ini menunjukkan betapa padatnya aktivitas di stasiun tersebut.
"Stasiun ini sangat padat," tutur reporter Leo Sibarani. Senin, 18 Agustus 2025.
Ia mengatakan, lonjakan penumpang terjadi di jam-jam sibuk.
Leo juga menyoroti aksi nekat penumpang. Banyak dari mereka yang memilih memanjat pagar demi menghindari antrean panjang.
"Penumpang nekat lompat pagar," kata Leo.
Ia merasa, hal ini sangat membahayakan nyawa.
Peningkatan tinggi pagar ini dilakukan dari satu meter menjadi 1,7 meter. Proyek ini memakan waktu kurang dari sebulan.
"Total ada 70 meter pagar yang kami pasang," ujar Leo.
Ia menambahkan, proyek ini dimulai sejak tanggal 9 Agustus 2025.
Banyak warga yang mengeluhkan kebijakan ini. Mereka menilai, pemerintah tidak memikirkan solusi terbaik.
"Pemerintah tidak mikir," ungkap salah seorang warga, Budi.
Ia merasa, kebijakan ini akan membuat warga yang terburu-buru kesulitan.
Di sisi lain, ada juga warga yang mendukung kebijakan ini. Mereka menilai, pagar tinggi akan membuat stasiun lebih tertib.
"Ini akan membuat stasiun lebih tertib," tutur warga lainnya, Santi.
Ia berharap, kecelakaan bisa dihindari.
Aksi nekat penumpang memanjat pagar juga memicu kemacetan. Pasalnya, banyak ojek online dan pengendara motor yang berhenti di pinggir jalan.
"Macetnya parah," kata Leo.
Ia menyebut, banyak warga yang mengeluhkan hal ini.
PT KAI pun mengimbau masyarakat untuk menggunakan pintu resmi. Mereka harus masuk dan keluar melalui pintu utara atau selatan.