Warung Kerek Bikin Warga Mampang Geger, Tuding Pemerintah Tutup Mata!

Warung Kerek Bikin Warga Mampang Geger
Sumber :
  • youtube.com

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Keberadaan Warung Kerek di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Warung yang menggunakan sistem tali dan ember untuk bertransaksi ini dianggap berbahaya dan tidak sesuai dengan standar kebersihan. Banyak warga yang menuding pemerintah hanya diam.

img_title 70 Juta Tunjangan Rumah Disorot! Gubernur Jakarta Akhirnya Buka Suara!

Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews pada Senin, 18 Agustus 2025, warung milik Neneng ini terletak di belakang Jalan Mampang. Letaknya yang berada di pinggir sungai menimbulkan pertanyaan besar.

"Pemerintah seharusnya bertindak," ungkap salah seorang warga, Budi. Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews.

img_title 307 Rumah Hancur! Gempa Poso Hantam Lagi, Warga Emosi Tuding Pemerintah Hanya Janji Manis!

Ia merasa, warung ini tidak seharusnya beroperasi di sana.

Sistem kerek yang digunakan oleh Neneng juga dikritik. Banyak warga yang mengkhawatirkan masalah kebersihan makanan.

img_title Warung Kerek di Mampang Viral, Jutaan Rupiah Masuk Cuma Modal Ember dan Tali!

"Apakah makanannya bersih?" tanya Budi. Senin, 18 Agustus 2025.

Ia merasa, air sungai yang kotor bisa saja mencemari makanan.

Apalagi, beberapa kali terjadi insiden. Tali yang digunakan putus, membuat makanan jatuh ke sungai.

Neneng sendiri tidak peduli dengan kritik. Ia menegaskan, motivasinya adalah untuk melayani pelanggan setianya.

"Saya hanya ingin jualan," ujar Neneng.

Ia mengaku, tidak ada niat lain.

Namun, pengamat kuliner Anisa tetap pesimis. Ia menilai, pemerintah harus segera turun tangan untuk menertibkan warung tersebut.

"Ini bisa menjadi masalah besar," kata Anisa.

Warung Kerek sendiri menjadi fenomena. Banyak orang yang sengaja datang hanya untuk melihat aksi unik tersebut.

"Banyak yang penasaran," tutur reporter Leo Sibarani.

 Ia mengatakan, warung ini selalu ramai.

Fenomena Warung Kerek ini adalah cerminan dari kegigihan. Namun, di sisi lain, hal ini juga bisa menjadi bumerang.

"Ini adalah sebuah dilema," ungkap reporter lainnya, Arviansyah.

Ia merasa, pemerintah harus mencari jalan tengah.

Meski demikian, Neneng tetap santai. Ia berjanji akan terus melayani pelanggan.

"Selama masih ada pelanggan, saya akan tetap jualan," tutup Neneng. Senin, 18 Agustus 2025.

Ia mengaku, tidak akan menyerah.