Keputusan Final! Pembentukan Kementerian Haji, Kepala BP Haji Angkat Bicara Soal Nasib Lembaga
- youtube.com
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Wacana pembentukan Kementerian Haji dan Umrah semakin menguat setelah DPR menyatakan dukungan. Berbagai spekulasi bermunculan tentang nasib Badan Penyelenggara Haji (BPH). Kepala BP Haji, Muhammad Irfan Yusuf, akhirnya angkat bicara terkait nasib lembaganya.
Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews. Muhammad Irfan Yusuf menyampaikan sikapnya. Ia mengatakan, pihaknya akan mengikuti dan menghormati keputusan pemerintah.
"Kami akan mengikuti dan menghormati keputusan pemerintah," ujar Irfan.
Ia menambahkan, ini adalah perintah undang-undang. Kamis, 21 Agustus 2025.
Irfan juga menegaskan bahwa BP Haji akan tunduk pada undang-undang. Ia mengatakan, perintah undang-undang adalah bagian dari perintah presiden yang harus dilaksanakan.
"Perintah undang-undang bagian dari perintah presiden," tutur Irfan.
Ia ingin semua pihak bisa memahami itu.
Terkait nama kementerian, Irfan Yusuf mengatakan bahwa hal itu akan menunggu keputusan final. Ia menuturkan, pihaknya tidak akan mendahului keputusan yang akan disahkan oleh pemerintah dan DPR.
"Namanya Kementerian Haji ya Ee kita tunggu nanti sejauh mana keputusannya," kata Irfan.
Ia ingin menunggu keputusan resmi.
Irfan juga menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki alasan untuk menolak. Ia mengatakan, semua harus tunduk pada aturan yang ada.
"Kita sudah terima dim-nya dan pada prinsipnya kita akan mengikuti apa perintah dari undang-undang," ungkap Irfan.
Ia ingin semua pihak mematuhi aturan.
Adanya usulan ini, menurut Wakil Ketua DPR RI Adis Kadir, bertujuan agar pelayanan haji lebih optimal. Adis mengatakan, tugas Kementerian Agama saat ini terlalu berat.
"Tugas Kementerian Agama sudah terlalu berat," tambah Adis.
Ia ingin tugas itu dibagi.
Keputusan akhir terkait pembentukan kementerian baru ini akan menjadi sejarah. Ini akan mengubah struktur birokrasi.
"Ini akan mengubah struktur," sergah Irfan. Seperti dikutip dari kanal YouTube @tvOneNews.
Ia meyakini, ini keputusan yang terbaik.