Tetap Dukung Palestina! PM Israel Pukul Telak Australia! PM Anthony Albanese Dituding Mengkhianati Israel
- youtube.com
Australia, VIVA Banyuwangi – Hubungan diplomatik antara Israel dan Australia memanas setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melontarkan tuduhan keras. Netanyahu menuding Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, telah mengkhianati Israel. Tuduhan ini sontak memicu ketegangan di antara kedua negara yang selama ini dikenal dekat.
Seperti dikutip dari kanal YouTube @tvOneNews. Netanyahu mengomentari langkah Australia. Ia menilai, Australia mengabaikan komunitas Yahudi di negaranya.
"Albanese mengkhianati Israel," ungkap Netanyahu.
Ia menambahkan, Australia tidak menghormati aliansi mereka. Kamis, 21 Agustus 2025.
Netanyahu menyebut, pengakuan Australia atas negara Palestina sama saja dengan memberikan hadiah kepada Hamas. Pernyataan ini merujuk pada serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.
"Itu hadiah untuk Hamas," ujar Netanyahu.
Ia merasa langkah itu sangat tidak pantas.
Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, kemudian pasang badan. Ia membela keputusan pemerintahnya dan secara tidak langsung menyindir Netanyahu.
"Kekuatan tidak diukur dari berapa banyak orang yang bisa dibunuh," tutur Tony.
Ia merasa pernyataan Netanyahu tidak proporsional.
Tony Burke menjelaskan, keputusan Perdana Menteri Australia didasarkan pada prinsip-prinsip kemanusiaan. Ia menegaskan, Australia memiliki posisi yang jelas dalam konflik Israel-Palestina.
"Australia punya posisi yang jelas," kata Tony.
Ia ingin semua pihak memahami itu.
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, juga tidak tinggal diam. Ia menanggapi kritik Netanyahu dengan kepala dingin dan profesional.
"Saya tidak menganggap pernyataan itu secara pribadi," ungkap Anthony.
Ia ingin fokus pada persoalan.
Anthony Albanese menambahkan, Australia akan terus menyuarakan posisinya terkait perang di Gaza. Ia menegaskan, suara Australia di mata internasional harus tetap didengar.
"Australia akan tetap bersuara," sergah Anthony.
Ia merasa perlu untuk menyuarakan kebenaran. Kamis, 21 Agustus 2025.