Ancaman dari Iran! Penasihat Militer Angkat Bicara: Kami Siapkan Rencana Terburuk!

Ancaman dari Iran! Penasihat Militer Angkat Bicara
Sumber :
  • youtube.com

Iran, VIVA Banyuwangi – Situasi di Timur Tengah semakin mencekam. Penasihat militer pemimpin tertinggi Iran, Yahya Rahim Safavi, mengonfirmasi bahwa Iran sedang mempersiapkan rencana untuk menghadapi skenario terburuk, termasuk kemungkinan perang besar dengan Israel. Pernyataan ini muncul di tengah ketidakpastian gencatan senjata yang dianggap tidak formal.

img_title Pemkab Banyuwangi Enggan Teken Surat Tuntutan, Aliansi Banyuwangi Menggugat Nyatakan Mosi Tidak Percaya

Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews. Yahya Rahim Safavi menegaskan bahwa Iran tidak dalam situasi gencatan senjata. Ia menganggap ini adalah tahap perang tanpa protokol atau perjanjian resmi.

"Kami sedang menyiapkan rencana," ujar Yahya.

img_title Dua Perempuan Bertengkar dan Saling Jambak di Pantai Kampe Banyuwangi, Viral di Sosial Media

Ia ingin Iran siap untuk segala kemungkinan. Kamis, 21 Agustus 2025.

Yahya Rahim Safavi menambahkan, perang besar bisa terjadi. Ini membuat Iran tidak boleh lengah dalam situasi apapun.

img_title DPC GMNI Banyuwangi Soroti Dugaan Jual Beli Titik Lokasi MBG, Desak Pemerintah Lakukan Investigasi Menyeluruh

"Perang besar bisa terjadi," tutur Yahya.

Ia melihat, situasi ini sangat berpotensi memicu konflik besar.

Sementara itu, Wakil Presiden Iran, Muhammad Reza Avf, juga ikut memberikan komentar. Ia menyatakan bahwa perang dengan Israel bisa meletus kapan saja.

"Perang bisa terjadi kapan saja," kata Muhammad.

Ia menambahkan, gencatan senjata yang ada hanya sementara.

Muhammad Reza Avf juga menjelaskan bahwa tidak ada kesepakatan resmi dengan Israel maupun Amerika Serikat. Ia merasa, kondisi ini membuat Iran harus selalu waspada.

"Tidak ada kesepakatan resmi," ungkap Muhammad.

Ia merasa semua harus berhati-hati.

Yahya Rahim Safavi juga menegaskan, Iran harus memperkuat diri dengan pengembangan rudal, drone, dan sistem siber. Ia mengatakan, hal ini penting agar Iran tidak diinjak oleh negara yang lebih kuat.

"Kami tidak akan diinjak oleh yang lebih kuat," tambah Yahya.

Ia ingin Iran menjadi kekuatan yang diperhitungkan.

Ancaman ini menjadi sinyal bahwa konflik di Timur Tengah masih jauh dari kata damai. Kedua negara masih saling gertak.

"Perdamaian hanya bisa tercipta lewat kekuatan," sergah Yahya.

Ia ingin Iran menjadi negara yang kuat. Kamis, 21 Agustus 2025.