Jutaan Warga Kini Jadi Penguasa Lahan Hutan Lewat Perhutanan Sosial!

Sulaiman Umar Shiddiq hadiri Festival Perhutanan Sosial Nasional 2025
Sumber :
  • antaranews.com

Jakarta, VIVA Banyuwangi –Program perhutanan sosial ditegaskan sebagai salah satu jalan utama untuk mempercepat swasembada pangan, energi, dan air di Indonesia. Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut), Sulaiman Umar Shiddiq, menyatakan bahwa program ini merupakan implementasi langsung dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 2025.

img_title Dukung Swasembada Pangan, Kemendag Terbitkan Regulasi Baru Pembatasan Impor Pertanian

Menurut Sulaiman, program ini adalah wujud jalan kemandirian bangsa dan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikannya kebijakan strategis.

Tujuannya tidak hanya sebatas memberikan akses legal bagi masyarakat untuk mengelola hutan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan, mengurangi pengangguran, dan menekan angka kemiskinan secara signifikan.

img_title KPSHK Dorong Perhutanan Sosial Jadi Model Restorasi Berkelanjutan yang Adil!

Ia memaparkan data pencapaian program yang signifikan hingga saat ini, yang telah memberdayakan lebih dari satu juta keluarga.

"Hingga saat ini, telah tercapai distribusi akses kelola perhutanan sosial seluas 8.323.671 hektare meliputi 11.065 SK dengan penerima manfaat sebanyak 1.420.189 kepala keluarga," ungkap Sulaiman di Jakarta. Jumat, 22 Agustus 2025.

img_title Mentan Dinobatkan Jadi Bapak Swasembada Pangan Usai RI Surplus Beras!

Ia menambahkan, hal tersebut menjadi penanda bahwa peran masyarakat telah bergeser dari sekadar penjaga hutan menjadi pelaku utama ekonomi hijau.

Untuk terus mendorong dan mempromosikan keberhasilan ini, Kementerian Kehutanan menggelar Festival Perhutanan Sosial Nasional (PeSoNa). Dengan tema “Merawat Hutan, Mewariskan Harapan”, festival ini menjadi wadah kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Tujuannya antara lain untuk meningkatkan kapasitas pelaku perhutanan sosial, membuka akses pasar, serta mempertemukan KUPS dengan calon pembeli (offtaker) guna membangun kerja sama yang berkelanjutan,” kata Sulaiman, seperti dilansir dari antaranews.com.

Senada dengan itu, Plt Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kemenhut, Mahfudz, menambahkan bahwa Festival PeSoNa 2025 dirancang untuk memperkuat sinergi antarpihak.

Menurutnya, acara ini menjadi sarana penting untuk edukasi, promosi produk KUPS, serta mengajak generasi muda untuk berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan ekonomi hijau.