Jurnalis dan Pegawai Kementerian Dikeroyok di Banten, Diduga Pelaku Libatkan Oknum Brimob!

Jurnalis dan Pegawai Kementerian Dikeroyok di Banten
Sumber :
  • www.youtube.com @tvOneNews

Serang, VIVA Banyuwangi – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di sebuah pabrik peleburan (smelter) di Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, saat jurnalis dan Humas Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengalami pengeroyokan. Aksi brutal ini terjadi ketika tim gabungan tersebut mencoba menindaklanjuti penutupan pabrik.

img_title Duta Muda Sidoarjo 2026 Berikan Apresiasi kepada RSI Siti Hajar sebagai Official Medical Partner

Seperti dikutip dari kanal YouTube @tvOneNews. Pengeroyokan ini diduga dilakukan oleh pihak keamanan pabrik, oknum ormas, dan bahkan ada dugaan keterlibatan oknum anggota Brimob. Akibatnya, delapan jurnalis dan sejumlah humas KLH menjadi korban.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisal, menjelaskan bahwa pabrik tersebut merupakan perusahaan pengolahan limbah B3 ilegal. Ia menambahkan, pabrik itu sudah pernah disegel pada Februari lalu, namun kembali beroperasi.

img_title Sekawan Bumi Foundation Salurkan Bantuan Air Bersih dan Gelar Aksi Asuh Pohon di Lereng Gunung Penanggungan

"Ini sudah kami segel pada Februari lalu, tapi kembali beroperasi," ungkap Hanif.

Ia mengatakan dapat laporan dari jurnalis. Jumat, 22 Agustus 2025.

img_title Kelap Kelip Sidoarjo, RSI Siti Hajar Edukasi 1.000 Pesepeda soal Hidup Sehat dan HIV/AIDS

Kapolres Serang, AKBP Candra, menanggapi serius kasus ini dan berjanji akan segera menangkap para pelaku. Ia menyatakan, polisi akan mengusut tuntas insiden pengeroyokan ini.

"Kami akan segera lakukan penangkapan para pelaku," ujar Candra.

 Ia menegaskan, pihaknya tidak akan menoleransi tindak kekerasan.

Salah satu korban pengeroyokan, Anton, Humas KLH, sudah membuat laporan resmi di Polsek Jawilan. Anton didampingi oleh rekan-rekannya dan perwakilan jurnalis.

"Kami serahkan kasus ini sepenuhnya ke Polisi," tutur Anton.

"Semoga pelaku segera ditangkap," tambahnya

Kasus ini menjadi sorotan tajam karena melibatkan dugaan kekerasan terhadap jurnalis dan petugas negara. Publik menuntut agar penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu.