Empat Pelaku Penculikan Bankir BUMN Digelandang Polisi Dalang Utama Masih Buron
- https://www.viva.co.id/foto/1844409-kacab-bri-cempaka-putih-tewas-dibunuh-begini-pengakuan-penculiknya
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Kasus tragis yang menimpa Mohamad Ilham Pradipta (37), Kepala Cabang Pembantu sebuah bank BUMN, mulai menemukan titik terang. Setelah polisi berhasil menangkap empat terduga pelaku berinisial AT, RS, RAH, dan EW yang diringkus pada Jumat 22 Agustus 2025.
Keempatnya digelandang ke Polda Metro Jaya dengan tangan terikat, sementara polisi terus mendalami peran masing-masing dalam aksi penculikan dan pembunuhan yang menghebohkan publik ini.
Korban Ilham sebelumnya dilaporkan hilang setelah menghadiri rapat di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Rekaman CCTV menunjukkan momen saat mobil korban dibuntuti oleh mobil lain di sebuah area parkir swalayan, sebelum akhirnya raib tanpa jejak.
Keesokan harinya, jasad Ilham ditemukan di area persawahan Kampung Karang Sambung, Desa Nagasari, Kabupaten Bekasi, dengan kondisi mengenaskan mulai dari tangan, kaki, dan wajah terikat lakban.
Dikutip dari tvonenews.com, pihak kepolisian kemudian melakukan autopsi di RS Polri Kramat Jati. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa korban meninggal akibat kekerasan benda tumpul dan mengalami kekurangan oksigen.
“Berdasarkan hasil visum, terdapat tanda-tanda kekerasan benda tumpul yang menjadi penyebab kematian korban. Waktu kematian belum bisa dipastikan secara detail, namun diperkirakan sesaat setelah korban diculik,” jelas Kombes Hengki Haryadi, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya
Meski empat orang telah ditangkap, polisi menegaskan bahwa penyelidikan belum berhenti. Masih ada pelaku lain yang diduga berperan sebagai eksekutor dan otak di balik kasus ini yang kini masuk dalam daftar pencarian orang.
“Kami akan terus mengejar aktor intelektual yang mengendalikan aksi ini. Semua pelaku harus bertanggung jawab atas perbuatannya,” tegas Hengki.
Sementara itu, pihak keluarga korban mengaku masih terpukul dengan kejadian ini. Adik korban, Ahmad Ridwan, menyebut bahwa keluarga berharap polisi bisa mengungkap seluruh dalang.
“Kami hanya ingin keadilan ditegakkan. Abang saya orang baik, dia tidak pantas diperlakukan seperti itu,” kata Ridwan
Kasus ini menyita perhatian luas karena tidak hanya menyangkut penculikan, tetapi juga mengungkap praktik kejahatan terencana yang berujung pada kematian seorang bankir BUMN. Publik kini menunggu langkah lanjutan kepolisian dalam mengungkap seluruh dalang di balik tragedi yang mengguncang dunia perbankan ini.