Terungkap! Ini Alasan Mengejutkan Kim Jong Un Nangis, Gara Gara Prajuritnya Tewas saat Bantu Rusia!

Terungkap! Ini Alasan Mengejutkan Kim Jong Un Nangis
Sumber :
  • www.youtube.com @tvOneNews

Korea Utara, VIVA Banyuwangi – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengadakan upacara penghormatan emosional untuk para prajurit yang tewas di Ukraina. Acara ini menjadi pengakuan langka dari rezimnya terhadap dampak serius perang, terutama setelah selama ini mereka bungkam mengenai kerugian besar yang diderita.

img_title Pasutri di Banyuwangi Ditangkap, Polisi Sita Lebih dari 1 Kilogram Sabu

Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews. Upacara yang digelar pada Kamis, 21 Agustus 2025, di Pyongyang, dihadiri oleh sejumlah komandan pasukan dan keluarga para korban.

Kim Jong Un tidak dapat menyembunyikan kesedihannya saat memberikan penghargaan pada bingkai foto para prajurit yang gugur. Ia meneteskan air mata dan berjanji akan memberikan penghormatan tertinggi kepada mereka.

img_title Polres Situbondo Bekali Pelajar Bijak Menggunakan AI

"Hati saya sakit melihat kenyataan tersebut," ujar Kim Jong Un.

Ia mengatakan, "Saya tidak akan melupakan jasa para pahlawan."

img_title GMNI Banyuwangi Galang Dana untuk Korban Gempa NTT, Solidaritas Kemanusiaan Digerakkan dari Jalanan

Kim juga menyampaikan permintaan maafnya kepada keluarga para korban karena tidak bisa melindungi mereka. Ia menganggap hal ini sebagai kelalaiannya sebagai pemimpin.

"Saya meminta maaf kepada keluarga para korban karena tidak bisa melindungi mereka," kata Kim.

Ia menegaskan, pihaknya akan melakukan yang terbaik untuk melindungi prajuritnya. Sabtu, 23 Agustus 2025.

Korea Utara dilaporkan mulai mengirim ribuan tentara dan perlengkapan untuk membantu Rusia setelah pertemuan antara Kim Jong Un dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Keterlibatan ini menjadi bukti bahwa Korea Utara memiliki peran langsung dalam konflik tersebut.

Upacara ini menjadi sorotan tajam karena selama ini rezim Kim dikenal sangat tertutup. Keputusan untuk mengadakan acara penghormatan ini diduga untuk meningkatkan moral para prajurit dan keluarga korban.

Kim Jong Un berharap, pengorbanan para prajuritnya akan menjadi semangat untuk terus berjuang. Mereka adalah pahlawan yang telah berjuang demi negara. Sabtu, 23 Agustus 2025.