Koruptor di Kabinet Prabowo Terbongkar, Yustia dan Vivi Teriak Kekecewaan: Ini Miris, Kok Bisa Gitu!

Koruptor di Kabinet Prabowo Terbongkar, Yustia dan Vivi
Sumber :
  • www.youtube.com @tvOneNews

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Kabar penangkapan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Emanuel Ebenezer alias Noel, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 20 Agustus 2025, menjadi berita yang mengguncang publik. Penangkapan ini menandai kasus korupsi pertama di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang sebelumnya telah berjanji akan memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya.

img_title Pasutri di Banyuwangi Ditangkap, Polisi Sita Lebih dari 1 Kilogram Sabu

Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews. Berdasarkan pantauan reporter di lapangan, Noel diamankan oleh KPK dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan. Kasus ini langsung memicu kekecewaan di kalangan masyarakat yang diwawancarai di kawasan Sudirman, Jakarta.

Seorang warga bernama Yustia mengungkapkan kekecewaannya. Ia merasa miris dengan kasus yang melibatkan seorang pejabat setingkat wakil menteri.

img_title Polres Situbondo Bekali Pelajar Bijak Menggunakan AI

“Ini miris sekali ya. Seharusnya sebagai pejabat itu, wakil menteri itu, harusnya memberi contoh yang baik kepada masyarakat,” ungkap Yustia.

Ia berharap, para pejabat bisa lebih bertanggung jawab dan jujur dalam menjalankan tugasnya. Sabtu, 23 Agustus 2025.

img_title GMNI Banyuwangi Galang Dana untuk Korban Gempa NTT, Solidaritas Kemanusiaan Digerakkan dari Jalanan

Hal senada juga diungkapkan oleh Vivi, warga lainnya. Ia merasa prihatin dengan kasus yang menyentuh ranah keselamatan kerja, yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah.

“Padahal itu kan sertifikasi untuk keselamatan kerja, kok bisa gitu lho, kan. Padahal harusnya yang melindungi kita sebagai pekerja,” tambah Vivi.

Ia merasa kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintahan tercoreng. Sabtu, 23 Agustus 2025.

Meskipun kasus ini menjadi pukulan telak, Ahmad Doli Kurnia dari Golkar menyatakan bahwa ini adalah kesempatan bagi Presiden Prabowo untuk mengambil langkah tegas. Doli menilai Noel tidak memiliki sensitivitas dan tidak berkomitmen terhadap visi Presiden.

“Ini mengejutkan dan memprihatinkan,” tutur Doli.

Ia menambahkan, pihaknya mendukung penuh Presiden Prabowo untuk melakukan bersih-bersih di internal kabinet.

Kasus ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk menunjukkan keseriusan dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Agung Baskoro, seorang pengamat politik, bahkan melihat adanya kemungkinan reshuffle kabinet untuk menjaga citra pemerintah dan menyelesaikan masalah yang ada.