Puluhan Murid Keracunan Usai Santap MBG di Riau, Mie Diduga Basi dan Berbau
- https://www.tvonenews.com/berita/nasional/364508-puluhan-murid-diduga-keracunan-mbg-di-riau-kondisi-makanannya-basi-hingga-bau
Riau - VIVA Banyuwangi –Puluhan murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 032 Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, mengalami dugaan keracunan massal usai menyantap makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini terjadi pada Jumat malam, 22 Agustus 2025, dan membuat ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Puri Husada penuh oleh siswa yang mengeluhkan sakit perut, muntah, dan pusing.
Dikutip dari tvonenews.com, murid-murid tersebut datang ke IGD didampingi wali kelas serta orang tua mereka. Beberapa langsung ditangani tenaga medis dengan pemberian cairan infus dan obat untuk mengatasi gejala keracunan.
Salah satu wali murid dari kelas 2A mengaku anaknya mulai muntah setelah memakan mie kuning dari paket MBG. Ia menduga makanan tersebut sudah tidak layak konsumsi.
“Anak saya cerita kalau mienya bau. Di kelas 2A ada empat anak yang muntah, pas sampai IGD ada juga dari kelas 2D,” ujarnya.
Sabtu, 23 Agustus 2025.
Menurut laporan warga, menu MBG saat itu berupa mie kuning dengan tambahan lauk sederhana. Namun beberapa murid menolak menghabiskan makanan mereka karena mencium bau yang tidak sedap. Beberapa jam kemudian, gejala mual dan muntah muncul secara bersamaan di sejumlah kelas.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program pemerintah yang digadang untuk meningkatkan gizi anak sekolah dasar melalui distribusi makanan sehat dan bergizi. Namun kasus di Tembilahan ini memicu pertanyaan besar mengenai kualitas makanan, standar penyimpanan, serta pengawasan distribusi di lapangan.
Beberapa orang tua mengaku kecewa sekaligus khawatir dengan kejadian ini. Mereka mendesak Dinas Pendidikan serta pihak sekolah lebih selektif dalam memilih vendor penyedia makanan.
“Kami mendukung program ini, tapi jangan sampai anak-anak jadi korban. Pemerintah harus serius memastikan kualitas makanan yang diberikan,” ujar salah seorang wali murid lainnya.
Hingga kini, pihak RSUD Puri Husada masih melakukan pemantauan terhadap kondisi murid-murid yang dirawat. Mayoritas korban sudah mulai membaik setelah mendapat perawatan intensif, namun beberapa anak masih menjalani observasi lebih lanjut.
Kasus dugaan keracunan ini juga menarik perhatian masyarakat luas di media sosial. Sejumlah warganet menyoroti lemahnya sistem pengawasan program MBG yang seharusnya menjamin makanan sehat dan higienis untuk anak-anak sekolah.