Panas! Politisi Rusia Jual Rahasia Negara Rp732 Miliar ke Amerika, Duta Besar Rusia Buka Suara!

Panas! Politisi Rusia Jual Rahasia Negara Rp732 Miliar ke Amerika
Sumber :
  • www.youtube.com @tvOneNews

Rusia, VIVA Banyuwangi – Dunia intelijen internasional kembali dihebohkan dengan kabar mengejutkan dari Rusia. Seorang politisi dan mantan anggota parlemen Rusia, Magomet Gaziev, dilaporkan telah menjual informasi rahasia negaranya kepada pemerintah Amerika Serikat senilai 45 juta dolar atau setara Rp732,6 miliar.

img_title Pasutri di Banyuwangi Ditangkap, Polisi Sita Lebih dari 1 Kilogram Sabu

Peristiwa yang terjadi pada Jumat, 22 Agustus 2025, ini menjadi sorotan tajam di tengah ketegangan geopolitik antara Rusia dan Barat.

Seperti dikutip dari kanal YouTube @tvOneNews. Magomet Gaziev, yang melarikan diri dari Rusia pada 2023 setelah pecahnya perang Rusia-Ukraina, dicurigai telah bekerja sama dengan badan intelijen Barat. Kantor Kejaksaan Agung Rusia mengungkapkan bahwa Gaziev menerima uang dari lembaga pemerintah AS yang tidak disebutkan namanya sebagai imbalan atas informasi sensitif.

img_title Polres Situbondo Bekali Pelajar Bijak Menggunakan AI

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Serghei Tolchenov, menanggapi isu ini dan menjelaskan posisi Rusia dalam isu perdamaian Ukraina. Ia membuka peluang bagi negara-negara netral seperti Indonesia untuk menjadi penjamin kesepakatan damai.

"Indonesia berpotensi menjadi salah satu pihak yang dapat menjamin kesepakatan damai," tutur Serghei Tolchenov.

img_title GMNI Banyuwangi Galang Dana untuk Korban Gempa NTT, Solidaritas Kemanusiaan Digerakkan dari Jalanan

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Indonesia dalam berbagai inisiatif perdamaian. Minggu, 24 Agustus 2025.

Di sisi lain, video tersebut juga menampilkan latihan militer besar-besaran yang digelar oleh Kementerian Pertahanan Rusia. Armada Pasifik Rusia melakukan latihan di Laut Jepang, menembakkan rudal jelajah dan rudal anti-kapal untuk menunjukkan kekuatan militernya di tengah eskalasi konflik.

Tindakan Gaziev dianggap sebagai pengkhianatan serius oleh pemerintah Rusia, dan kasus ini menjadi bukti nyata adanya "perang" di balik layar antara Rusia dan negara-negara Barat.

 Penjualan informasi rahasia ini bisa berdampak besar pada strategi militer dan keamanan Rusia di masa mendatang. Rusia pun memberikan peringatan kepada siapa pun yang mencoba berkhianat. Minggu, 24 Agustus 2025.