Geger! Bocah Rusia 8 hingga 17 Tahun Mengikuti Pelatihan Militer, Mantan TNI Satria Kumbara Ikut Militer Rusia!
- cookpad
Rusia, VIVA Banyuwangi – Di tengah panasnya situasi geopolitik, kabar mengejutkan datang dari Rusia, terutama terkait isu militerisasi anak-anak. Sebuah video viral menunjukkan anak-anak berusia 8 hingga 17 tahun mengikuti pelatihan militer di tepi Sungai Don, Rusia selatan, yang diawasi langsung oleh tentara yang pernah berperang di Ukraina, ini pun menuai kritik pedas dari berbagai pihak.
Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews. Salah satu peserta termuda, Ivan Gluzchenko yang baru berusia 8 tahun, mengungkapkan pengalamannya selama pelatihan. Ivan dengan lugas menyebut momen melempar granat tangan dan menembakkan senjata tipuan sebagai pengalaman paling berkesan.
"Momen melempar granat tangan dan menembakkan senjata tipuan sebagai pengalaman paling berkesan," tutur Ivan Gluzchenko.
Keterangan dari bocah 8 tahun ini pun memicu perdebatan sengit di media sosial, terutama di kalangan aktivis hak anak. Minggu, 24 Agustus 2025.
Sementara itu, kasus ini juga menyoroti video viral mantan anggota TNI Angkatan Laut, Satria Kumbara, yang bergabung dengan militer Rusia. Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Serghei Tolchenov, membenarkan bahwa warga negara asing bisa bergabung dengan militer Rusia secara resmi dengan menandatangani kontrak.
"Serghei Tolchenov membenarkan bahwa warga negara asing bisa bergabung dengan militer Rusia secara resmi dengan menandatangani kontrak," ujar narator, yang mengutip pernyataan sang duta besar.
Kasus Satria Kumbara dan latihan militer anak-anak menunjukkan betapa seriusnya Rusia dalam mempersiapkan diri menghadapi ancaman dari Barat. Organisasi hak anak Nenorma mengkritik kegiatan tersebut sebagai "bentuk indoktrinasi dan propaganda" yang berbahaya bagi perkembangan anak.
Di tengah polemik ini, pemerintah Rusia menganggap pelatihan militer sebagai bagian dari upaya untuk membangun patriotisme. Namun, bagi para kritikus, langkah ini merupakan bentuk pelanggaran hak anak dan indoktrinasi politik yang tidak bisa dibenarkan. Minggu, 24 Agustus 2025.