Pakar Politik Sebut Prabowo Tak Bisa Didikte, Koruptor Dipecat! Presiden Tandatangani Surat Pemberhentian Emmanuel
- www.youtube.com @tvOneNews
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Keputusan tegas Presiden Prabowo Subianto memecat Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Emmanuel Ebenezer, yang terjerat kasus korupsi, memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat politik. Banyak yang menganggap langkah ini sebagai "kode keras" bagi pejabat lain dan relawan yang selama ini mengawal pemerintahan sebelumnya.
Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews. Analis politik Adi Prayitno dari UIN Jakarta menyebut bahwa langkah Prabowo memecat Ebenezer adalah bukti keseriusan dalam memberantas korupsi.
"Prabu Subianto di pemerintahannya kali ini akan menindak siapapun kalau dia merugikan negara dan jelas-jelas abuse of power," ujar Adi Prayitno.
Ia menegaskan, Presiden Prabowo tidak akan melindungi siapa pun yang melakukan tindakan koruptif. Minggu, 24 Agustus 2025.
Adi Prayitno juga memuji sikap Prabowo yang berani mengambil keputusan tanpa intervensi.
"Kalau kader Gerindra saja enggak ada yang dilindungi apalagi kader yang lain apalagi cuman relawan apalagi di luar Grindra," tutur Adi.
Ia mengatakan, ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah kali ini serius dalam menegakkan hukum. Minggu, 24 Agustus 2025.
Sementara itu, analis politik lainnya, Triandika dari Universitas Bakri, setuju bahwa reshuffle pasti akan terjadi. Ia menyebut kasus ini menambah urgensi dan menjadi pesan bagi anggota kabinet yang kinerjanya masih rendah untuk berhati-hati.
Triandika mencatat bahwa orang-orang yang terjerat kasus korupsi, seperti Ebenezer, sebelumnya sangat lekat dengan Presiden Jokowi. Hal ini menunjukkan bahwa Prabowo, meskipun melanjutkan pemerintahan sebelumnya, tidak ragu untuk mengoreksi sistem yang tidak tepat.
Pemberhentian Ebenezer ini menjadi sorotan karena ia adalah seorang relawan pendukung Presiden. Banyak yang menduga bahwa kasus ini menjadi "kartu merah" pertama bagi para relawan yang kini duduk di kursi pemerintahan.
Publik pun menanti apakah Presiden Prabowo akan melakukan perombakan kabinet secara menyeluruh atau hanya sebatas mengganti posisi Ebenezer. Kasus ini juga mengirim pesan kepada seluruh pejabat bahwa tidak ada tempat bagi korupsi di era pemerintahan Prabowo Subianto.