Terungkap! Penculik Kacab BRI Dikenal Debt Collector, Istri Pelaku Sempat Kebagian Rp8 Juta

Penculik kacab BRI dikenal debt collector, istri sempat terima uang
Sumber :
  • https://www.viva.co.id

Jakarta, VIVA BanyuwangiKasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta, terus mengungkap fakta mengejutkan. Empat pelaku yang sudah ditangkap polisi ternyata dikenal warga sekitar sebagai debt collector.

img_title Komisi III Minta TNI-Polri Bersinergi Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Empat tersangka berinisial AT, RS, RAH, dan RW. Tiga di antaranya dibekuk aparat di sebuah rumah kontrakan berwarna merah muda di Jalan Johar Baru III, Jakarta Pusat.

Warga mengaku terkejut, lantaran para pelaku justru dikenal ramah meski baru dua bulan tinggal di lingkungan tersebut, sebagaimana dikutip dari laman viva.co.id.

img_title Beda Versi Inisial Nama Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Menurut TNI dan Polri

“Iya, katanya debt collector,” ujar Ketua RT setempat, Sella (43). Minggu, 24 Agustus 2025.

Tak hanya itu, sehari sebelum penggerebekan, istri salah satu pelaku sempat menerima uang Rp8 juta yang belakangan langsung disita polisi.

img_title BEM dan MPM Untag Banyuwangi Periode 2026–2027 Resmi Dilantik

“Pagi-pagi pulang, katanya dapat Rp8 juta. Tapi langsung disita polisi,” kata Sella menirukan ucapan istri pelaku.

Ketua RW setempat, Rizal (54), menyebut sang istri tak mengetahui asal-usul uang tersebut.

“Entah itu dapatnya dari peristiwa itu (penculikan) atau bukan, masih simpang siur. Intinya istrinya nggak tahu sumber dana. Biar polisi saja,” ucap Rizal.

Sebelumnya, korban Ilham Pradipta diduga diculik saat menghadiri pertemuan dengan pihak Lotte Grosir di Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada 20 Agustus 2025. Rekaman CCTV menunjukkan korban dipaksa masuk ke dalam kendaraan oleh beberapa orang.

Keesokan harinya, jasad Ilham ditemukan di Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Tubuhnya ditemukan dalam kondisi tragis, dengan tangan dan kaki terikat serta mata tertutup lakban.

Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Timur berhasil menangkap empat pelaku, sementara satu orang lainnya masih buron. Polisi menyebut pelaku yang buron diduga berperan sebagai eksekutor pembunuhan.