Tragis! Pembantaian Jurnalis di Gaza Lampaui Angka Perang Dunia, Capai 240 Orang

Koresponden Al Jazeera Anas al-Sharif (kiri) dan Mohamed Qraiqea
Sumber :
  • http://www.antaranews.com/

Kairo, VIVA Banyuwangi –Konflik di Jalur Gaza telah menorehkan rekor kelam yang melampaui sejarah perang dunia. Jumlah jurnalis yang gugur akibat serangan Israel di wilayah tersebut kini mencapai 240 orang, menjadikannya konflik paling mematikan bagi insan pers dalam sejarah, mengalahkan total korban Perang Dunia I dan II (68 orang), Perang Vietnam (63 orang), dan Perang Afghanistan (127 orang).

img_title Tolak Gencatan Senjata, Iran Bersumpah Bakal Balas Serangan AS-Israel

Melansir dari antaranews.com, data terbaru ini dirilis oleh otoritas Palestina di Gaza pada Sabtu, 23 Agustus 2025. Korban terakhir yang tercatat adalah Khaled Mohammed Al-Madhoun, seorang juru kamera dari Palestine TV.

Sebelumnya, pada 11 Agustus, jaringan berita internasional Al Jazeera melaporkan kematian empat stafnya, termasuk reporter terkemuka Anas Al-Sharif, setelah tenda jurnalis di dekat sebuah rumah sakit di Kota Gaza diserang. Militer Israel (IDF) mengakui serangan itu dengan dalih Al-Sharif berafiliasi dengan kelompok perlawanan Palestina, Hamas. 

img_title Klaim AS Menang Telak, Trump: Perang dengan Iran Diperkirakan Akan Segera Berakhir

Namun, Al Jazeera kemudian memperbarui laporannya, menyebutkan jumlah korban tewas dari pihak mereka bertambah menjadi lima orang.

Membungkam Kebenaran: Aksi Pembunuhan yang Keji

img_title Suksesi dengan Ancaman AS-Israel, Motjaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Baru Iran

Wakil ketua Serikat Jurnalis Palestina, Tahsin al-Astal, kepada kantor berita RIA Novosti menyatakan bahwa total jurnalis yang tewas dari Al Jazeera telah mencapai enam orang.

Tindakan ini menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) menegaskan bahwa Israel sengaja membungkam kebenaran dengan membunuh para jurnalis.

Ketua Komite Pelaksana ARI-BP, Zaitun Rasmin, menyebut pembunuhan terhadap jurnalis oleh Israel sebagai "sangat keji." 

Dalam sebuah diskusi di Jakarta pada 14 Agustus 2025, Zaitun berkata, "Ini menunjukkan mereka bukan saja membunuh manusia, tapi ingin membunuh, membungkam kebenaran. Mereka tidak mau ada suara-suara, kecuali suara-suara mereka."

Garis Waktu Konflik Berdarah

Perang di Jalur Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023, setelah Hamas melancarkan serangan roket besar-besaran yang menewaskan sekitar 1.200 orang di pihak Israel dan menyandera lebih dari 200 orang. Sebagai respons, IDF meluncurkan Operasi Pedang Besi, yang menargetkan berbagai objek sipil dan memberlakukan blokade total, memutus pasokan air, listrik, bahan bakar, pangan dan obat-obatan.

Hingga kini, pertempuran yang sesekali diinterupsi oleh gencatan senjata singkat ini telah menewaskan lebih dari 61.000 warga Palestina dan sekitar 1.500 warga Israel. Konflik ini juga meluas hingga ke Lebanon dan Yaman, bahkan memicu baku tembak rudal antara Israel dan Iran.