Oknum Polisi di Indramayu Dalang Pembunuhan, Ditangkap di Dompu: Keluarga Korban Berteriak Minta Hukuman Mati!
- www.youtube.com @tvOneNews
Indramayu, VIVA Banyuwangi – Dunia kepolisian kembali tercoreng setelah salah satu anggotanya, Bripda Alvian Maulana Sinaga, ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan. Bripda Alvian diduga menjadi dalang di balik tewasnya seorang wanita bernama Putri Apriyani, yang ditemukan tidak bernyawa di kamar kosnya di Indramayu. Peristiwa ini memicu kemarahan keluarga korban yang menuntut hukuman seberat-beratnya.
Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews. Bripda Alvian ditangkap oleh Tim Jatanras Polda Jawa Barat di sebuah rumah kayu di pinggir jalan raya, Desa Huu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.
Penangkapan yang disaksikan oleh warga setempat ini berjalan dramatis, menandai akhir dari pelarian tersangka. Setelah ditangkap, Bripda Alvian langsung dibawa ke Mapolres Dompu untuk kemudian diterbangkan ke Polda Jawa Barat guna penyelidikan lebih lanjut.
Di sisi lain, keluarga korban tidak tinggal diam. Puluhan anggota keluarga mendatangi Mapolres Indramayu untuk menanyakan perkembangan kasus. Mereka mendesak agar kasus ini segera diselesaikan dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.
Orang tua korban, yang tidak dapat menahan tangis, sempat melakukan doa bersama dan tabur bunga di lokasi kamar kos anaknya. Senin, 25 Agustus 2025.
Seorang petugas memberikan pernyataan singkat terkait perkembangan kasus ini. Ia mengonfirmasi bahwa penangkapan Bripda Alvian merupakan hasil kerja keras tim yang dibantu oleh Polres Dompu.
"Sampai dengan ini kita sudah tetapkan tersangka yaitu Alan Maulana Sinaga, saksi yang kami periksa sampai ada 21 orang," ujar IPTU Ardian, Kanit Tipikor Polres Indramayu.
Ia yang mengisyaratkan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung dan tidak menutup kemungkinan akan ada fakta baru yang terungkap. Senin, 25 Agustus 2025.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini. Keluarga korban berharap agar kasus ini tidak disamarkan karena pelaku adalah seorang anggota polisi. Mereka meminta agar Bripda Alvian mendapatkan hukuman setimpal yang bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak.